Dua Ancaman Besar Perubahan Iklim: Krisis Air Tanah dan Pelemahan Arus Laut
Sains
Iklim dan Lingkungan
09 Agt 2025
187 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penyusutan air tanah global meningkat drastis, berpotensi memicu krisis pangan.
Pelemahan AMOC dapat menyebabkan dampak serius terhadap cuaca dan ekosistem laut.
Kedua fenomena ini merupakan sinyal peringatan tentang perubahan iklim yang cepat dan meluas.
Para ilmuwan dari University of California, Santa Barbara menemukan dua ancaman besar akibat perubahan iklim, yaitu penurunan drastis air tanah global dan pelemahan arus laut raksasa di Samudra Atlantik yang belum pernah terjadi selama lebih dari 10.000 tahun.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 71% wilayah yang dipantau mengalami penyusutan air tanah, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode 1980-1990 yang hanya mencapai 16%. Penurunan ini bisa memicu krisis pangan, kekeringan ekstrem, dan migrasi massal.
Di sisi lain, Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) yang memindahkan panas dan nutrisi dari tropis ke Arktik semakin melemah sejak tahun 1950 akibat mencairnya gletser Greenland dan lapisan es Arktik. Pelemahan ini merupakan yang terparah dalam 1.000 tahun terakhir.
Dampak pelemahan AMOC bisa menyebabkan perubahan pola cuaca global, kenaikan permukaan laut di pesisir timur Amerika Serikat, serta gangguan pada ekosistem laut. Namun, menurut Kantor Meteorologi Inggris, runtuhnya AMOC di abad ini masih dianggap sangat tidak mungkin.
Meski begitu, para ilmuwan meyakini kedua fenomena ini adalah alarm keras bahwa perubahan iklim sedang berlangsung dengan cepat dan luas, dengan risiko yang lebih besar daripada prediksi sebelumnya.
Analisis Ahli
Dr. Stefan Rahmstorf
Jika AMOC runtuh, dampaknya akan dirasakan di seluruh dunia, mulai dari perubahan pola cuaca, kenaikan permukaan laut di pesisir timur AS, hingga terganggunya ekosistem laut.


