AI summary
Pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra pasca bencana menunjukkan progres meski banyak tantangan. Indosat Ooredoo Hutchison, XLSMART, dan Telkomsel berkolaborasi untuk memastikan layanan tetap tersedia. Telkomsel berfokus pada pemulihan di area pengungsian dan lokasi kritikal untuk mendukung masyarakat. Beberapa wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025 yang menyebabkan gangguan besar pada jaringan telekomunikasi. Operator seluler seperti Indosat Ooredoo Hutchison, XLSMART, dan Telkomsel berupaya keras memulihkan layanan agar masyarakat tetap mendapat akses komunikasi penting.Indosat Ooredoo Hutchison melaporkan sudah memulihkan sekitar 76% site di wilayah Sumatra bagian utara hingga 1 Desember 2025. Mereka juga mengoperasikan sumber daya portable dan memperbaiki jalur transportasi telekomunikasi untuk mempercepat pemulihan layanan telepon, SMS, dan data.XLSMART mengungkapkan masih ada 691 BTS yang sulit dipulihkan karena akses jalan terputus dan pasokan BBM yang terbatas. Tim teknis bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk memperbaiki dan mengoperasikan genset demi menjaga operasional BTS di area terdampak bencana.Telkomsel mencatat pemulihan layanan seluler sebesar 76,5% dan layanan IndiHome mencapai 79,7%. Pemulihan difokuskan di lokasi kritikal dan pengungsian dengan mendatangkan 346 teknisi, mengoperasikan genset serta penggunaan BTS mobile di area prioritas.Perkembangan pemulihan jaringan berbeda antar provinsi, dengan Sumatra Barat mencapai 94% site pulih, Sumatra Utara 90%, dan Aceh sebesar 36%. Proses pemulihan terus diperluas sehingga diharapkan layanan komunikasi kembali normal secara menyeluruh dalam waktu dekat.
Pemulihan jaringan telekomunikasi pasca-bencana selalu menjadi tantangan besar terutama di medan sulit seperti di Aceh dan Sumatra Barat. Kerja keras operator dengan teknologi portable dan genset merupakan kunci utama, namun dukungan infrastruktur yang lebih tahan bencana sangat diperlukan ke depan.