Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Banjir di Sumbar Sebabkan Gangguan Layanan Telekomunikasi, Ini Upaya Pemulihannya

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (3mo ago) climate-and-environment (3mo ago)
27 Nov 2025
265 dibaca
1 menit
Dampak Banjir di Sumbar Sebabkan Gangguan Layanan Telekomunikasi, Ini Upaya Pemulihannya

Rangkuman 15 Detik

Banjir dan longsor di Sumatra Barat menyebabkan gangguan pada layanan telekomunikasi.
Sebagian besar operator seluler melaporkan tidak ada dampak pada infrastruktur mereka, kecuali PT Telekomunikasi Selular.
Kementerian Komunikasi dan Digital terus memantau situasi dan berupaya memulihkan layanan.
Banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatra Barat pada tanggal 26 November menyebabkan gangguan layanan telekomunikasi. Pusat Monitoring Telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital segera melakukan koordinasi dengan operator seluler di daerah terdampak. Dari data yang tercatat, ada 16 site telekomunikasi yang mengalami gangguan, yang diakibatkan oleh pemadaman listrik, gangguan transmisi, dan kerusakan perangkat keras. Site-site ini merupakan bagian dari infrastruktur PT Telekomunikasi Selular yang paling terdampak. Sementara itu, operator seluler lainnya seperti PT Indosat Tbk dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk melaporkan tidak ada site yang terdampak. Meski begitu, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Upaya pemulihan layanan tengah dilakukan dengan penggunaan genset sebagai catu daya alternatif. Namun, akses jalan yang masih terkena dampak banjir menjadi hambatan dalam mobilisasi peralatan ke lokasi, serta keterbatasan perangkat pengganti menjadi tantangan lain. Kementerian Kominfo bersama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio kelas II Padang dan pemerintah daerah berkomitmen melakukan pemantauan intensif dan penanganan setiap gangguan dalam rangka meminimalkan dampak pada pengguna layanan telekomunikasi di Sumatra Barat.

Analisis Ahli

Ahmad Zaki, Pakar Telekomunikasi
Penanganan gangguan jaringan di wilayah bencana harus mengutamakan koordinasi lintas sektor agar proses perbaikan berjalan maksimal dengan sumber daya yang terbatas.