Banjir Aceh Sebabkan 799 Site Telepon Mati, Operator Upayakan Pemulihan
Sains
Iklim dan Lingkungan
27 Nov 2025
138 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Banjir di Aceh menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur telekomunikasi.
Operator seluler menghadapi tantangan dalam memulihkan layanan akibat terputusnya aliran listrik dan akses jalan yang terhambat.
Penggunaan genset sebagai solusi sementara untuk menjaga operasional site telekomunikasi di daerah terdampak.
Banjir yang melanda Provinsi Aceh pada Rabu (26/11) menyebabkan gangguan besar pada layanan telekomunikasi di wilayah tersebut. Banyak site operator seluler yang mengalami mati dan tidak dapat berfungsi normal akibat dari kejadian ini.
Data dari Pusat Monitoring Telekomunikasi menunjukkan bahwa dari total 34.660 site di Aceh, sebanyak 799 site mati atau mengalami gangguan. Operator yang terdampak utama adalah PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.
Gangguan ini disebabkan oleh pemadaman listrik dari PLN dan masalah pada jalur transmisi. Operator seluler mencoba mengatasi persoalan ini dengan menyalakan genset sebagai sumber daya cadangan agar layanan dapat dipulihkan sementara.
Namun, proses pemulihan terhambat sulitnya akses jalan ke lokasi-lokasi site karena masih tergenang banjir. Operator juga melakukan routing ke titik lain yang masih berfungsi untuk memperbaiki konektivitas yang terganggu.
Upaya tersebut menunjukkan keseriusan operator dalam memulihkan komunikasi yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah bencana. Diharapkan dengan kondisi jalan yang membaik, layanan telekomunikasi kembali normal dalam waktu dekat.
Analisis Ahli
Dr. Budi Santoso (Ahli Telekomunikasi)
Gangguan infrastruktur telekomunikasi saat banjir menyoroti pentingnya penguatan sistem daya cadangan dan jaringan yang lebih fleksibel agar layanan tetap dapat beroperasi dalam situasi darurat.

