Pemulihan Jaringan Seluler Usai Banjir Bandang di Sumatra, Fokus Aceh Belum Normal
Teknologi
Keamanan Siber
03 Des 2025
261 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Banjir bandang di Sumatra menyebabkan gangguan pada jaringan seluler.
Pemulihan jaringan seluler di Sumatra Barat dan Sumatra Utara sudah mencapai lebih dari 90%.
Layanan internet berbasis satelit Satria-1 disediakan untuk mendukung konektivitas di Aceh.
Setelah bencana banjir bandang yang melanda Sumatra pada akhir November 2025, pemerintah dan operator jaringan seluler telah berupaya keras memulihkan layanan komunikasi yang terganggu. Lebih dari 90% menara di Sumatra Barat dan Sumatra Utara sudah kembali beroperasi.
Namun, di Aceh situasinya masih kurang baik karena sekitar 60% menara belum bisa berfungsi normal. Hal ini disebabkan oleh kendala listrik yang belum pulih sepenuhnya. Pemerintah bersama PLN dan operator terus bekerja agar listrik di wilayah tersebut bisa segera mengalir kembali.
Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid menjelaskan bahwa dengan catatan listrik sudah tersedia, layanan seluler di Aceh diharapkan bisa mencapai 75% pada tanggal 5 Desember 2025. Ini akan membantu mempercepat pemulihan komunikasi dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat di sana.
Untuk membantu konektivitas selama masa pemulihan, pemerintah juga telah menyiapkan 10 titik layanan internet berbasis satelit Satria-1. Tim gabungan dari Komdigi, BNPB, SAR, dan TNI telah memobilisasi perangkat sejak akhir November agar layanan ini bisa segera aktif.
Upaya ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak dalam menghadapi bencana dan pemulihan. Dengan semakin pulihnya jaringan komunikasi, diharapkan masyarakat di Sumatra terutama Aceh bisa segera kembali beraktivitas normal dengan dukungan layanan digital yang memadai.
Analisis Ahli
Meutya Hafid
Pemulihan layanan komunikasi adalah prioritas utama untuk memastikan aktivitas masyarakat dan layanan darurat bisa berjalan kembali dengan baik setelah bencana.Ahmad Zaky (Pengamat Telekomunikasi)
Ketersediaan listrik menjadi faktor krusial dalam pemulihan jaringan seluler; penerapan teknologi satelit jadi solusi efektif untuk wilayah yang sulit terdampak.

