Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Banjir Sumatera Utara Sebabkan Ribuan Site Telekomunikasi Mati, Upaya Pemulihan Sedang Berlangsung

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (3mo ago) climate-and-environment (3mo ago)
27 Nov 2025
206 dibaca
1 menit
Banjir Sumatera Utara Sebabkan Ribuan Site Telekomunikasi Mati, Upaya Pemulihan Sedang Berlangsung

Rangkuman 15 Detik

Banjir di Sumatera Utara mengakibatkan gangguan layanan telekomunikasi yang signifikan.
Berbagai operator seluler berupaya memulihkan infrastruktur yang terdampak meskipun mengalami kendala akses.
Koordinasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan operator seluler sangat penting dalam situasi darurat.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara menyebabkan gangguan serius pada layanan telekomunikasi. Infrastruktur yang terbawa dampak mengalami kerusakan hingga membuat sejumlah site telekomunikasi mati. Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa sebanyak 495 site telekomunikasi atau sekitar 1,42% dari total di Sumatera Utara mengalami gangguan. Hal ini disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan kerusakan pada transmisi yang menghambat layanan. PT Indosat Tbk melaporkan sebanyak 79 site terdampak, PT XLSmart 80 site, dan PT Telekomunikasi Selular mengalami gangguan pada 336 site. Faktor utama gangguan berasal dari pemadaman listrik dan jalur transmisi yang rusak karena banjir. Operator telekomunikasi berusaha memulihkan kondisi dengan menggunakan genset sebagai sumber daya alternatif sambil menunggu listrik PLN menyala kembali. Namun, akses menuju beberapa lokasi terhambat karena kondisi jalan yang masih tergenang air banjir. Upaya pemulihan juga meliputi routing ulang layanan ke titik yang masih berfungsi dan verifikasi lebih lanjut terhadap site-site yang terdampak. Diharapkan dengan langkah-langkah ini layanan komunikasi dapat segera pulih untuk membantu masyarakat terdampak banjir.

Analisis Ahli

Ahmad Riza Patria (Pakar Telekomunikasi Indonesia)
Gangguan ini menunjukkan perlunya penguatan jaringan infrastruktur telekomunikasi dengan sistem backup yang memadai terutama di daerah rawan bencana. Penggunaan teknologi berbasis energi terbarukan dan integrasi manajemen bencana harus menjadi prioritas kedepannya.