Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan Akibat Banjir dan Longsor di Aceh

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
29 Nov 2025
281 dibaca
1 menit
Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan Akibat Banjir dan Longsor di Aceh

Rangkuman 15 Detik

Telkomsel berkomitmen untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi yang terdampak bencana.
Aceh mengalami dampak paling besar dengan 60% BTS yang rusak.
Pemulihan jaringan sangat tergantung pada pemulihan pasokan listrik dari PLN.
Telkomsel sedang berupaya keras untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumatera, terutama di Aceh. Bencana ini menyebabkan banyak stasiun pemancar mereka tidak bisa beroperasi dengan baik, sehingga layanan komunikasi terganggu. VP Corporate Communications Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa sekitar 60% BTS di Aceh terdampak oleh bencana tersebut, sehingga sangat mempengaruhi jaringan. Selain Aceh, wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga mengalami gangguan jaringan, tetapi dengan persentase yang lebih rendah. Salah satu kendala utama dalam proses perbaikan adalah ketersediaan listrik dari PLN yang masih banyak mengalami pemadaman di area terdampak. Tanpa listrik, BTS tidak bisa dioperasikan sehingga pemulihan jaringan menjadi terhambat. Telkomsel telah mengerahkan seluruh sumber daya mereka, termasuk tenaga teknis dan peralatan, untuk mempercepat proses pemulihan layanan. Mereka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar akses ke lokasi terdampak bisa lebih cepat dan perbaikan jaringan segera terlaksana. Harapannya dengan usaha ini, layanan telekomunikasi di wilayah yang terdampak banjir dan longsor bisa kembali normal secepat mungkin agar masyarakat dapat berkomunikasi kembali dengan lancar untuk keperluan sehari-hari maupun dalam situasi darurat.

Analisis Ahli

Andi Santoso (Ahli Telekomunikasi)
Pemulihan jaringan sangat bergantung pada koordinasi antara operator dan penyedia listrik. Kurangnya pasokan listrik menghambat proses normalisasi BTS yang terdampak bencana.
Rini Suryani (Pakars Disaster Management)
Manajemen risiko bencana harus meliputi kesiapan teknis operator telekomunikasi untuk menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.