Perusahaan AI AS Gunakan Model Terbuka China, Tantang Dominasi Teknologi Mahal
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Des 2025
64 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perusahaan teknologi AS mulai beralih ke model AI terbuka dari China karena biaya dan kecepatan.
Model AI terbuka dari China menawarkan aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan model tertutup dari perusahaan AS.
Fenomena ini memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai kelayakan investasi mereka di perusahaan AI yang memiliki model tertutup.
Perang teknologi antara Amerika Serikat dan China semakin terlihat jelas dengan fenomena terbaru di dunia kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan teknologi di AS ternyata menggunakan model AI terbuka yang berasal dari China. Model AI ini tidak hanya gratis tapi juga memiliki kemampuan yang cukup bagus dan dapat bersaing dengan produk dari perusahaan AS.
Fenomena ini ditemukan oleh fisikawan dan insinyur machine learning, Misha Lakin, yang mengatakan bahwa model AI dari China tidak terlalu jauh tertinggal dari teknologi AI milik perusahaan besar di AS. Bahkan, performanya sangat dekat dengan model AI terkemuka AS seperti GPT-5 dan Gemini dari Google.
Salah satu alasan utama penggunaan model AI China adalah harganya yang lebih murah. Berbeda dengan perusahaan di AS seperti OpenAI dan Anthropic yang menerapkan sistem tertutup dan mahal, perusahaan AI China seperti DeepSekk dan Alibaba menyediakan model AI terbuka yang bisa digunakan, disalin, dan dimodifikasi oleh siapa pun.
Contoh perusahaan yang memakai model terbuka China adalah startup pencarian AI, Exa. Kepala machine learningnya, Michael Fine, menyatakan bahwa menggunakan model AI terbuka dari China jauh lebih cepat dan ekonomis dibandingkan menggunakan AI tertutup dari perusahaan besar AS. Dia menekankan pentingnya menjalankan model terbuka di infrastruktur sendiri.
Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah strategi perusahaan AI AS menggunakan model tertutup masih relevan. Dengan semakin banyaknya model AI terbuka China yang berkualitas, perusahaan AS mungkin harus mempertimbangkan kembali pendekatan mereka agar dapat bersaing di pasar global kecerdasan buatan.
Analisis Ahli
Misha Lakin
Model AI China tidak jauh tertinggal dari batas teknologi, bahkan sangat dekat sehingga layak digunakan.Michael Fine
Mengganti model tertutup dengan model terbuka di infrastruktur sendiri adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan teknologi AI yang lebih cepat dan murah.

