Kenapa AI Berbayar Sulit Laku di China, Meski Perusahaan Gencar Kembangkan Teknologi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
27 Agt 2025
148 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Masyarakat China cenderung tidak bersedia membayar untuk layanan AI berbayar, berbeda dengan pengguna di negara Barat.
Perusahaan besar seperti Alibaba, Tencent, dan Baidu mengalami kesulitan dalam monetisasi produk AI mereka.
Pertumbuhan pendapatan dari layanan AI di China melambat, menunjukkan tantangan besar dalam industri teknologi ini.
Perusahaan teknologi besar di China seperti Alibaba, Tencent, dan Baidu semakin aktif mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) mereka sendiri setelah melihat kesuksesan model seperti ChatGPT. Mereka mencoba menerapkan teknologi ini dalam produk-produknya, berharap bisa membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan.
Namun, meskipun produk AI berbayar sudah diluncurkan, masyarakat China enggan membayar untuk mengakses layanan AI tersebut. Hal ini berbeda dengan negara-negara Barat di mana pengguna lebih siap membayar untuk teknologi serupa. Karena itu, perusahaan-perusahaan China menghadapi tantangan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis AI.
Contohnya, Alibaba mencatat pertumbuhan pendapatan bisnis cloud yang termasuk layanan AI hanya sekitar 4,3% selama kuartal April hingga Juni. Baidu mencoba menawarkan chatbot berbayar dengan biaya 59,9 yuan per bulan, tetapi layanan tersebut dihentikan karena minimnya minat dari konsumen.
Pemimpin dari Tencent dan Baidu pun mengakui bahwa model berbayar yang populer di Amerika Serikat sulit diterapkan di China. Mereka menyebutkan akan mencari pendekatan yang lebih bijaksana dan lebih memprioritaskan pengalaman pengguna untuk dapat mengembangkan bisnis AI mereka secara berkelanjutan.
Kesimpulannya, meski teknologi AI di China terus maju dan banyak perusahaan yang serius mengembangkannya, kebiasaan dan preferensi konsumen lokal membuat monetisasi produk AI berbayar menjadi sulit. Perusahaan teknologi perlu berinovasi dalam strategi bisnis agar tetap relevan dan bisa tumbuh di pasar ini.
Analisis Ahli
Martin Lau
Sulit untuk menggunakan model berbayar yang banyak diaplikasikan di AS, menunjukkan perbedaan besar dalam perilaku konsumen dan pasar teknologi antara China dan Barat.Robin Li
Baidu mengutamakan pengalaman pengguna dan akan mengambil pendekatan yang bijaksana dalam monetisasi AI agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

