Baidu Buka Akses AI Canggih, Tantang Dominasi Amerika Serikat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Jun 2025
263 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Baidu meluncurkan model bahasa besar ERNIE yang bersaing dengan produk AS.
Langkah Baidu dapat mengubah lanskap kompetisi harga dalam industri kecerdasan buatan.
Meskipun tidak dikenal luas di AS, ERNIE berpotensi memberikan dampak signifikan secara global.
China semakin serius dalam mengembangkan kecerdasan buatan dengan Baidu sebagai pemain utamanya yang menawarkan model bahasa besar bernama ERNIE. Mereka membuka akses model AI ini untuk seluruh dunia dengan harga lebih murah dibanding pesaing barat seperti DeepSeek dari AS.
Model terbaru Baidu, ERNIE X1, diklaim memiliki kemampuan sebesar DeepSeek R1 namun hanya setengah harga. Ini menjadi langkah besar China dalam persaingan teknologi AI global dan menandai tantangan langsung pada dominasi perusahaan-perusahaan AI asal AS.
Para ahli memandang pembukaan model AI Baidu sebagai perubahan besar yang dapat menurunkan biaya alat AI dan meningkatkan standar di industri AI. Hal ini memberi tekanan pada perusahaan seperti OpenAI untuk meninjau ulang kebijakan harga dan akses API mereka.
CEO Baidu, Robin Li, menyatakan tujuan mereka adalah mempercepat inovasi global dengan memberikan alat AI terbaik tanpa hambatan biaya. Namun, sebagian pengamat di AS masih meragukan dampak besar Baidu di negaranya karena kurangnya pengetahuan publik terhadap perusahaan ini.
Meski begitu, kehadiran Baidu di pasar open source model AI diyakini dapat mengubah persaingan AI dunia secara drastis, terutama terkait harga dan akses teknologi, memicu perubahan penting dalam industri teknologi kecerdasan buatan di masa depan.


