DeepSeek China Guncang Dunia AI dengan Teknologi Murah dan Berkinerja Tinggi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Jun 2025
294 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek menunjukkan kemampuan China dalam mengembangkan teknologi AI secara mandiri.
Ada kekhawatiran tentang etika dan legalitas dalam penggunaan data dari model AI pesaing.
Persaingan dalam industri AI semakin ketat, terutama antara perusahaan AS dan China.
DeepSeek adalah model AI asal China yang mengejutkan dunia teknologi dengan klaim mampu mengembangkan AI berkinerja tinggi dengan biaya rendah. Kehadiran DeepSeek mengguncang raksasa teknologi Amerika Serikat yang selama ini dianggap pemimpin dalam pengembangan AI.
Perusahaan di balik DeepSeek merilis versi terbaru dari model AI mereka yang disebut R1-0528, yang unggul dalam memproses perhitungan matematika dan kode pemrograman. Namun, mereka tidak mengungkapkan secara detail sumber data yang digunakan untuk melatih model ini.
Beberapa ahli dan pengembang AI menduga DeepSeek menggunakan data dari model AI pesaing, seperti Gemini milik Google dan ChatGPT dari OpenAI. Ada indikasi kuat bahwa DeepSeek melakukan distilasi data dari model-model AI besar tersebut untuk melatih sistem mereka.
OpenAI dan Microsoft, yang bekerja sama sebagai investor dan pengembang, menemukan bukti bahwa sejumlah data banyak diekstrak menggunakan akun OpenAI yang diasosiasikan dengan DeepSeek. Ini menimbulkan polemik karena bertentangan dengan ketentuan layanan OpenAI.
Menurut para ahli, walaupun DeepSeek memiliki keterbatasan dalam perangkat keras seperti GPU, dengan dana besar mereka mampu menghasilkan data sintetis yang efisien sebagai bahan pelatihan AI mereka. Hal ini menandai kemajuan penting dalam teknologi AI China yang lebih mandiri.


