Ancaman Baru AI China: Zhipu AI Siap Pimpin Teknologi Global
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Jun 2025
86 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China semakin dekat mencapai ambisinya untuk memimpin teknologi kecerdasan buatan global.
Zhipu AI didukung oleh pemerintah China dan berupaya mengamankan kontrak di negara-negara berkembang.
Persaingan antara AS dan China dalam bidang teknologi AI semakin memanas, dengan langkah-langkah pembatasan ekspor dari AS.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) di China semakin pesat dan menjadi perhatian besar bagi Amerika Serikat. OpenAI, perusahaan AI asal AS, memberikan peringatan bahwa China berpotensi menguasai teknologi AI global melalui startup seperti Zhipu AI.
Zhipu AI telah berhasil mengamankan berbagai kontrak dengan pemerintah di negara-negara berkembang seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini menunjukkan ambisi besar China dalam memimpin pasar AI sebelum AS dan Eropa dapat bertindak lebih jauh.
China berupaya membuat sistem AI yang tidak hanya canggih tapi juga bertanggung jawab, transparan, dan mampu diaudit. Zhipu AI bahkan bermitra dengan Huawei untuk menyediakan solusi lengkap, termasuk perangkat keras, kepada pemerintah dan perusahaan milik negara.
Upaya ini adalah bagian dari strategi China agar bisa mandiri dan mengurangi ketergantungan pada teknologi dari AS. Namun, AS sudah memberikan pembatasan terhadap Zhipu AI agar tidak memperoleh komponen teknologi dari pasar AS.
Sementara itu, OpenAI juga aktif membangun kemitraan di Asia dan Timur Tengah, menawarkan teknologi AI mereka agar negara-negara tersebut bisa mengembangkan AI secara mandiri, yang menjadi salah satu cara AS mempertahankan pengaruhnya di bidang teknologi AI.


