Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Blokir Akun ChatGPT China Karena Dugaan Penyalahgunaan Keamanan Nasional

Teknologi
Keamanan Siber
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
08 Okt 2025
46 dibaca
2 menit
OpenAI Blokir Akun ChatGPT China Karena Dugaan Penyalahgunaan Keamanan Nasional

Rangkuman 15 Detik

OpenAI memblokir akun-akun ChatGPT yang dicurigai terkait dengan pemerintah China dan kelompok kriminal.
Ada kekhawatiran terkait penyalahgunaan AI-generatif di tengah kompetisi antara AS dan China.
OpenAI terus berupaya menjaga keamanan dan mencegah penyalahgunaan teknologi yang mereka kembangkan.
OpenAI, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, baru-baru ini mengambil tindakan tegas dengan memblokir beberapa akun ChatGPT yang berasal dari China. Langkah ini diambil setelah ada kecurigaan bahwa akun-akun tersebut melakukan aktivitas yang melanggar kebijakan keamanan OpenAI, termasuk permintaan untuk memonitor obrolan media sosial. Kecurigaan ini muncul karena beberapa akun yang diblokir diduga terkait dengan entitas pemerintahan China yang menggunakan ChatGPT untuk mengembangkan proposal terkait pengawasan media sosial. Aktivitas ini dianggap melanggar aturan dan menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional Amerika Serikat. Selain akun dari China, OpenAI juga melaporkan memblokir akun berbahasa Mandarin yang digunakan untuk kegiatan phishing dan penyebaran malware. OpenAI juga memblokir akun dengan hubungan kelompok kriminal berbahasa Rusia yang berusaha menggunakan ChatGPT untuk mengembangkan malware secara otomatis. Sejak Februari 2024, OpenAI telah melaporkan lebih dari 40 jaringan yang disebut berbahaya dan berusaha memanfaatkan AI generatif untuk tujuan kriminal atau spionase. Meski begitu, perusahaan menegaskan bahwa model AI mereka menolak melakukan perintah yang jelas-jelas membahayakan keamanan dan belum ditemukan taktik baru yang meningkatkan kemampuan ofensif para pelaku ancaman. ChatGPT sendiri terus mengalami peningkatan pengguna aktif mingguan hingga mencapai 800 juta saat ini, membuat OpenAI menjadi perusahaan swasta paling bernilai di dunia dengan estimasi valuasi mencapai Rp 8.35 quadriliun (US$500 miliar) . Ancaman dan penyalahgunaan teknologi AI tetap menjadi fokus penting di tengah persaingan sengit antara Amerika Serikat dan China.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Tindakan OpenAI mencerminkan kesadaran bahwa pengembangan AI harus diimbangi dengan regulasi ketat supaya teknologi ini tidak disalahgunakan demi kepentingan negatif.
Fei-Fei Li
Persaingan teknologi antara AS dan China membuka tantangan besar dalam pengembangan AI yang etis dan aman, dan perlunya kolaborasi internasional untuk menghindari eskalasi ketegangan.