China Tembus Persaingan AI, Mengancam Dominasi Amerika Serikat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Apr 2025
277 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China semakin mendekati Amerika Serikat dalam pengembangan kecerdasan buatan.
DeepSeek menjadi pemain penting dalam industri AI dengan model R1 yang bersaing ketat.
Perkembangan AI tidak hanya terjadi di AS dan China, tetapi juga di negara lain seperti Eropa dan Asia Tenggara.
China mulai menghantui posisi Amerika Serikat dalam perkembangan Artificial Intelligence (AI). Kemampuan perusahaan teknologi AI asal China dilaporkan mendekati AS yang sudah populer lebih dulu. AS diketahui memiliki sejumlah perusahaan yang serius menggarap AI seperti OpenAI, Meta, dan Google.
Dalam laporan Indeks AI dari Institute for Human Centered AI (HAI) dari Universitas Stanford, disebutkan bahwa OpenAI dan Google bersaing ketat untuk membangun AI. Namun, posisinya tak jauh dari perusahaan China bernama DeepSeek yang merilis model terbaru bernama R1. Laporan HAI mengatakan R1 berada di peringkat paling dekat dengan model performa terbaik dari OpenAI dan Google.
China disebut menerbitkan lebih banyak makalah dan paten soal AI dibandingkan AS, meskipun jumlah model yang dihasilkan lebih sedikit. Perkembangan AI juga tidak hanya dimiliki AS dan China, sejumlah negara lain mulai memperlihatkan geliat perkembangan teknologi tersebut. ChatGPT telah mengumumkan akan menggunakan model sumber terbuka, menunjukkan menipisnya kesenjangan model terbuka di dunia AI.
Analisis Ahli
Vanessa Parli
Model-model AI China semakin mengejar ketertinggalan dengan performa yang kini setara dengan model AI terbaik dari AS, menandakan adanya perkembangan pesat dalam persaingan teknologi.

