Amazon Pangkas 14.000 Pekerjaan Demi Fokus Kecerdasan Buatan dan Inovasi
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
29 Okt 2025
211 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Amazon melakukan pemotongan besar-besaran terhadap tenaga kerja untuk meningkatkan efisiensi.
Perusahaan teknologi besar lainnya juga mengurangi jumlah karyawan untuk mendanai investasi di kecerdasan buatan.
Ada tren di industri untuk mengurangi birokrasi dan meningkatkan kepemilikan di antara karyawan.
Amazon mengumumkan akan memangkas sekitar 14.000 pekerjaan di sektor white-collar sebagai bagian dari upaya untuk membuat organisasi lebih ramping dan meningkatkan efisiensi. Meski permintaan dan keuntungan perusahaan masih kuat, perubahan cepat di dunia teknologi, terutama kecerdasan buatan, mendorong perubahan ini.
Beth Galleti, Senior Vice President Amazon, menjelaskan bahwa teknologi AI merupakan revolusi paling besar sejak internet. Amazon ingin mengurangi birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan agar bisa lebih cepat berinovasi dan melayani pelanggan dengan lebih baik.
Pemangkasan ini adalah yang terbesar dalam sejarah Amazon dan juga bagian dari tren yang lebih luas, di mana perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Oracle, Microsoft, dan Alphabet, juga mengurangi jumlah karyawan untuk mengalihkan dana investasi AI.
Tidak hanya di sektor teknologi, perusahaan lain seperti United Parcel Service dan Chegg juga melakukan pemotongan tenaga kerja besar sebagai respons terhadap tantangan bisnis yang dipicu perkembangan teknologi baru dan perubahan kebutuhan pasar.
Amazon berencana memberikan masa 90 hari kepada karyawan yang terdampak untuk mencari posisi lain dalam perusahaan. Meski belum ada konfirmasi detail, laporan menyebut pemangkasan bisa berlanjut hingga total 30.000 posisi di masa depan.
Analisis Ahli
Mary Meeker
Pemangkasan tenaga kerja di perusahaan teknologi besar seperti Amazon adalah langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan beradaptasi dengan revolusi AI yang sedang berlangsung. Ini menandai pergeseran penting dalam bagaimana tenaga kerja dan investasi teknologi akan dialokasikan di masa depan.