Amazon PHK 14.000 Karyawan Korporat untuk Bersiap Hadapi Era AI
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
30 Okt 2025
243 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Amazon berusaha mengubah budaya kerja untuk beroperasi dengan lebih efisien dan cepat.
Pemangkasan karyawan yang besar menunjukkan dampak teknologi AI pada tenaga kerja.
Karyawan yang terkena dampak PHK akan mendapatkan dukungan transisi dan prioritas untuk posisi internal.
Amazon, salah satu perusahaan raksasa di dunia, sedang mengalami perubahan besar dalam struktur tenaga kerjanya. Dalam upaya agar lebih cepat dan efisien seperti startup, Amazon memutuskan untuk mengurangi ribuan posisi pekerja korporat di berbagai departemen. Kebijakan ini juga didorong oleh investasi besar perusahaan dalam teknologi AI yang diyakini akan mengubah cara bekerja di masa depan.
PHK besar-besaran ini tidak hanya menyentuh pekerja di level staf biasa, tetapi juga banyak manajer. Sebagian besar karyawan yang terdampak berasal dari bisnis retail Amazon, seperti bagian sumber daya manusia, e-commerce, dan logistik. Unit lain yang terdampak adalah divisi perangkat Amazon serta layanan cloud computing atau AWS yang sebelumnya juga sudah melakukan pengurangan karyawan.
CEO Amazon, Andy Jassy, mengatakan bahwa AI akan mengotomatiskan banyak pekerjaan rutin di perusahaan sehingga kebutuhan akan tenaga kerja korporat secara keseluruhan akan berkurang. Meski begitu, perusahaan tetap berupaya mendukung pekerja yang kena PHK dengan menawarkan waktu hingga 90 hari untuk mencari posisi baru di Amazon serta menyediakan bantuan transisi seperti pesangon dan layanan outplacement.
Kekhawatiran masyarakat pekerja terhadap pengaruh AI tak hanya dialami di Amazon. Survei menunjukkan banyak pekerja di AS yang takut kehilangan pekerjaan akibat automasi teknologi. Tren PHK di perusahaan teknologi kini cukup banyak dan jumlahnya terus meningkat seiring adopsi AI yang makin pesat. Namun, para ahli juga melihat bahwa di masa depan akan muncul pekerjaan baru yang berkaitan erat dengan pengembangan dan pengawasan AI.
Untuk menghadapi perubahan yang cepat ini, perusahaan harus mempermudah struktur organisasinya agar bisa bergerak lebih gesit dan responsif. Selain itu, keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja akan semakin mengutamakan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan kecerdasan emosional, bukan hanya keahlian teknis semata. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pekerja dan perusahaan di era teknologi yang terus berkembang.
Analisis Ahli
Kara Dennison
AI adoption akan mengubah pasar kerja secara dramatis dalam 18 sampai 24 bulan ke depan dengan menggantikan peran rutin dan menciptakan pekerjaan baru berfokus pada interaksi manusia dan AI.