AI summary
Amazon berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran sebanyak 30.000 pekerja. Perusahaan berfokus pada automasi dan efisiensi untuk mengurangi biaya operasional. Dampak dari PHK ini dapat mempengaruhi peluang kerja bagi lulusan MBA di masa depan. Amazon akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 30.000 karyawan di sektor korporatnya mulai minggu ini. Jumlah ini sekitar 10% dari total pekerja korporat yang mencapai 350.000 orang. Pemangkasan ini merupakan langkah terbesar dalam sejarah perusahaan setelah PHK besar pada tahun 2022.PHK tersebut akan berdampak pada berbagai divisi termasuk human resources, teknologi, perangkat, layanan, dan fungsi di Amazon Web Services. Langkah ini sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi birokrasi dan memanfaatkan otomatisasi serta teknologi AI untuk menggantikan beberapa fungsi manusia.Meskipun melakukan PHK besar-besaran, Amazon juga merencanakan perekrutan sekitar 250.000 pekerja musiman di sektor pergudangan dan pengiriman untuk menghadapi musim liburan yang biasanya mengalami peningkatan permintaan.Efek dari pengurangan tenaga kerja ini terasa bagi lulusan bisnis dan MBA yang biasanya menjadi bagian besar tenaga kerja korporat Amazon. Mereka kini menghadapi pasar kerja yang semakin ketat dan harus berkompetisi dengan lebih banyak orang untuk posisi yang semakin sedikit karena pengaruh teknologi.Pergeseran ini juga akan mendorong sekolah bisnis untuk menyesuaikan kurikulum mereka. Penekanan diperkirakan akan lebih banyak pada keahlian digital, transformasi teknologi, manajemen risiko, dan inovasi agar lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja yang berubah cepat.
Pemutusan hubungan kerja massal di Amazon menunjukkan bagaimana dominasi teknologi AI dan otomatisasi mulai merestrukturisasi pasar tenaga kerja secara drastis, khususnya bagi pekerja kantoran. Ini menjadi peringatan bagi lulusan baru dan institusi pendidikan bahwa keahlian tradisional mungkin tidak lagi cukup untuk menghadapi dunia kerja yang berubah cepat.