Amazon PHK 14.000 Staf Korporat untuk Siapkan Perusahaan Hadapi Era AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Okt 2025
65 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Amazon melakukan pemutusan hubungan kerja untuk mempersiapkan adopsi teknologi AI.
CEO Andy Jassy menginginkan perusahaan tetap gesit seperti startup.
Pemutusan hubungan kerja sebelumnya juga terjadi di Amazon, menunjukkan tren pemangkasan karyawan di sektor teknologi.
Amazon mengumumkan pemotongan 14.000 pekerja korporat pada tahun 2024 sebagai bagian dari upaya besar untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pengurangan ini bertujuan membuat perusahaan lebih ramping dan lebih gesit, sehingga dapat bergerak cepat di tengah perubahan teknologi yang pesat.
Perusahaan mengatakan mereka masih akan membuka lowongan pekerjaan di area strategis dan memprioritaskan karyawan yang terkena PHK untuk mengisi posisi baru tersebut. Namun, Amazon juga menyatakan belum selesai melakukan pemangkasan staf dan masih mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan pengelolaan organisasi.
CEO Amazon, Andy Jassy, menegaskan visi agar perusahaan beroperasi sebagaimana startup besar yang cepat beradaptasi. Dia meyakini bahwa AI adalah teknologi transformasional terbesar sejak Internet yang akan meningkatkan kecepatan inovasi dan memungkinkan efisiensi yang lebih besar dalam operasional perusahaan.
Pemangkasan ini merupakan kelanjutan setelah 27.000 pekerja dipotong pada 2023, yang disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang memburuk. Saat ini Amazon memiliki sekitar 350.000 pekerja korporat, sehingga pengurangan 14.000 staf ini sekitar 5% dari total karyawan.
Kabar ini muncul di tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa AI dapat menggantikan banyak pekerjaan manusia di sektor teknologi. Namun, para ahli AI menyebut bahwa ketakutan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh riset yang cukup, meski automasi memang akan mengubah wajah dunia kerja ke depan.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pemotongan yang terkait dengan penerapan AI adalah strategi jangka panjang yang masuk akal karena AI dapat meningkatkan produktivitas, tetapi perusahaan harus tetap mempertimbangkan dampak sosial dan kebutuhan pelatihan ulang bagi tenaga kerja.Fei-Fei Li
Penguatan implementasi AI harus diimbangi dengan kebijakan etis dan manusiawi untuk menghindari pemutusan hubungan kerja yang masif tanpa solusi yang berkelanjutan.