Amazon dan Microsoft Bakal PHK Banyak Karena Investasi Besar di AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Jun 2025
291 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penerapan AI di Amazon dan Microsoft akan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja.
Investasi besar dalam infrastruktur AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional.
PHK di sektor teknologi semakin umum sebagai dampak dari otomatisasi dan perubahan strategi bisnis.
Amazon dan Microsoft, dua perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat, sedang mempersiapkan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini terkait dengan peningkatan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pekerjaan tertentu menjadi lebih efisien dan otomatis.
CEO Amazon, Andy Jassy, mengungkapkan bahwa penerapan AI generatif akan mengubah cara orang bekerja di perusahaan. Meski akan ada pengurangan pada beberapa jenis pekerjaan, akan ada juga jenis pekerjaan baru yang muncul seiring dengan pemanfaatan teknologi ini.
Selain pengurangan tenaga kerja, kedua perusahaan ini ternyata sedang mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk membangun infrastruktur AI mereka. Pada tahun 2025, Amazon diperkirakan akan menghabiskan sekitar 105 miliar dolar sementara Microsoft menganggarkan 80 miliar dolar.
Pengumuman rencana pemutusan hubungan kerja dari Microsoft, yang dilaporkan akan difokuskan pada tim penjualan, mengikuti langkah Amazon yang sudah mem-PHK ribuan karyawan dalam dua tahun terakhir. Pekerja di kedua perusahaan menunjukkan kekhawatiran atas prospek pekerjaan mereka di masa depan.
Pelaksanaan AI memang telah menyebabkan sejumlah besar karyawan terdampak di berbagai sektor. Studi menunjukkan AI dapat mengotomatisasi seperempat pekerjaan di semua industri, sehingga perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Microsoft harus menyesuaikan strategi bisnis dan tenaga kerja mereka.
