Paracetamol Bisa Memengaruhi Cara Kita Nilai Risiko dan Ambil Keputusan
Sains
Neurosains and Psikologi
28 Okt 2025
115 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Paracetamol dapat memengaruhi cara orang menilai risiko dan membuat keputusan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi acetaminophen dapat mengurangi emosi negatif seperti kecemasan dan rasa takut.
Perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang paracetamol terhadap perilaku manusia.
Paracetamol adalah obat pereda nyeri yang paling sering digunakan di dunia. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini bisa memengaruhi perasaan dan cara orang menilai risiko. Ini penting karena bisa membuat orang mengambil keputusan dengan lebih berani atau bahkan berisiko tanpa menyadarinya.
Penelitian dari The Ohio State University melibatkan lebih dari 500 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi paracetamol dan kelompok lain diberikan plasebo. Mereka diminta memainkan sebuah simulasi game memompa balon virtual yang bisa meledak dan menghilangkan uang imajiner yang mereka dapat.
Hasilnya, peserta yang minum paracetamol cenderung lebih sering memompa balon hingga meledak, menunjukkan mereka lebih berani mengambil risiko. Selain itu, dalam berbagai simulasi aktivitas berisiko seperti bungee jumping dan mengemudi tanpa sabuk pengaman, mereka juga menilai aktivitas tersebut lebih aman.
Selain penelitian ini, studi serupa dari Universitas Wina pernah menemukan bahwa penggunaan obat pereda nyeri secara rutin bisa mengurangi empati dan perilaku sosial yang baik. Dengan banyak orang yang rutin mengonsumsi paracetamol, efek ini bisa berdampak lebih luas di masyarakat.
Meskipun efeknya masih butuh penelitian lebih lanjut, kita harus mulai waspada bagaimana obat yang biasa kita anggap aman bisa memengaruhi keputusan penting yang kita buat. Penelitian ini membuka peluang baru untuk memahami hubungan antara obat dan fungsi psikologis manusia.
Analisis Ahli
Baldwin Way
Acetaminophen membuat orang merasa lebih sedikit emosi negatif seperti rasa takut, yang bisa membuat seseorang mengambil risiko lebih besar tanpa mempertimbangkan konsekuensi secara mendalam.

