Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Paracetamol Selama Kehamilan: Risiko dan Manfaat yang Perlu Dipahami Ibu Hamil

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (5mo ago) health-and-medicine (5mo ago)
26 Sep 2025
138 dibaca
2 menit
Paracetamol Selama Kehamilan: Risiko dan Manfaat yang Perlu Dipahami Ibu Hamil

Rangkuman 15 Detik

Paracetamol umumnya dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan.
Mengabaikan rasa sakit atau demam dapat berisiko lebih besar bagi kesehatan ibu dan janin.
Pernyataan yang menimbulkan ketakutan tentang penggunaan paracetamol dapat mengakibatkan penggunaan pengobatan yang kurang aman.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menyarankan agar wanita hamil menghindari penggunaan obat paracetamol atau Tylenol karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko autisme dan gangguan perkembangan neuro pada anak. Pernyataan ini memicu kekhawatiran yang luas di masyarakat dan membuat FDA menambahkan label peringatan pada produk acetaminophen terkait risiko tersebut. Namun, para ahli medis dan organisasi kesehatan dari berbagai negara seperti American College of Obstetricians and Gynecologists dan World Health Organization menolak klaim tersebut karena belum ada bukti ilmiah yang pasti dan konklusif mengenai hubungan antara paracetamol dan risiko autisme atau ADHD pada anak-anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi obat ini. Penggunaan paracetamol selama kehamilan dianggap umum dan relatif aman, terutama untuk mengatasi rasa sakit dan menurunkan demam. Hal ini sangat penting karena demam tinggi yang tidak diobati selama kehamilan dapat menimbulkan risiko seperti keguguran, cacat lahir, dan gangguan perkembangan otak janin yang lebih serius. Debra Kennedy, seorang peneliti dari University of New South Wales, menjelaskan bahwa demam tinggi selama lebih dari 24 jam atau suhu di atas 39,1 °C dapat meningkatkan risiko komplikasi serius. Oleh karena itu, penanganan yang tepat menggunakan obat yang aman seperti paracetamol sangat dianjurkan agar ibu tidak perlu menderita rasa sakit atau risiko dari demam yang tidak diobati. Kekhawatiran yang berlebihan akibat informasi yang belum pasti dapat mengakibatkan ibu hamil enggan menggunakan paracetamol dan malah memilih obat penghilang rasa sakit yang kurang aman. Para ahli pun menyarankan agar ibu hamil tetap menggunakan paracetamol dengan pengawasan tenaga medis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak berdasarkan bukti kuat.

Analisis Ahli

Debra Kennedy
Demam tinggi yang tidak diobati selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat lahir, serta gangguan perkembangan otak pada janin.
Marty Makary
Peringatan FDA tentang acetaminophen dapat membuat banyak wanita hamil menghindari obat ini, yang bisa berdampak negatif karena pentingnya obat ini saat kehamilan.