Paparan Cahaya Merah Turunkan Risiko Pembekuan Darah dan Stroke
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
18 Sep 2025
299 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Cahaya merah dapat mengurangi pembekuan darah dan risiko penyakit terkait.
Penelitian ini menunjukkan potensi terapi cahaya yang murah dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
Temuan ini membuka pemahaman baru tentang bagaimana cahaya mempengaruhi respons tubuh terhadap cedera.
Sebuah penelitian dari Universitas Pittsburgh menemukan bahwa paparan cahaya merah dengan gelombang panjang dapat mengurangi risiko pembekuan darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa cahaya merah dapat memengaruhi proses biologis dalam tubuh yang berkaitan dengan kesehatan dan pencegahan penyakit serius seperti stroke dan gangguan paru-paru.
Para peneliti menguji efek cahaya merah, biru, dan putih pada tikus selama 12 jam setiap hari selama beberapa hari. Hasilnya menunjukkan tikus yang dipaparkan cahaya merah memiliki jumlah gumpalan darah lima kali lebih rendah dibanding tikus yang dipaparkan cahaya warna lain atau kegelapan.
Selain uji coba pada tikus, tim peneliti juga menganalisis data lebih dari 10 ribu pasien operasio katarak. Pasien yang menggunakan lensa yang menyaring cahaya biru menunjukkan risiko pembekuan darah yang lebih rendah daripada yang menggunakan lensa konvensional.
Peneliti menyebutkan bahwa cahaya merah mengurangi pembentukan struktur khusus bernama perangkat ekstraseluler neutrofil (NET) yang berperan menjebak trombosit dan menyebabkan pembekuan darah. Selain itu, paparan cahaya merah meningkatkan produksi asam lemak yang mengurangi aktivasi trombosit.
Temuan ini membuka peluang terapi baru yang relatif murah dan mudah untuk digunakan guna mencegah penyakit yang berhubungan dengan pembekuan darah. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk memvalidasi manfaat paparan cahaya merah secara luas.
Analisis Ahli
Elisabeth Andraska
Paparan cahaya merah dapat mengubah proses biologis dan meningkatkan kesehatan dengan mengurangi pembekuan darah.Matthew Neal
Cahaya yang diterima setiap hari memengaruhi bagaimana tubuh merespon cedera dan risiko pembekuan darah.


