Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perubahan Iklim Tingkatkan Resiko Racun Arsenik di Beras dan Kesehatan Kita

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
04 Sep 2025
219 dibaca
2 menit
Perubahan Iklim Tingkatkan Resiko Racun Arsenik di Beras dan Kesehatan Kita

Rangkuman 15 Detik

Perubahan iklim meningkatkan risiko paparan arsenik dalam pertanian beras.
Paparan arsenik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker dan penyakit jantung.
Pentingnya pengelolaan dan penelitian untuk varietas padi yang lebih aman dalam konteks perubahan iklim.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa perubahan iklim berperan penting dalam meningkatkan kadar racun arsenik di sawah yang berdampak pada kesehatan manusia. Suhu bumi yang meningkat dan kadar karbon dioksida yang bertambah membuat tanaman padi menyerap lebih banyak arsenik, sebuah zat beracun yang bisa membahayakan tubuh. Sawah yang tergenang menyebabkan tanah kekurangan oksigen, sehingga mineral besi yang biasanya mengikat arsenik larut. Akibatnya, arsenik menjadi lebih mudah diserap oleh akar tanaman padi yang nantinya masuk ke dalam beras yang kita konsumsi sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan menanam 28 varietas padi di lapangan terbuka menggunakan sistem Free-Air CO₂ Enrichment (FACE) selama sekitar 10 tahun. Hasilnya menunjukkan peningkatan drastis penyerapan arsenik, yang bisa meningkatkan risiko kanker serta penyakit jantung dan diabetes pada manusia. Khususnya di Tiongkok dan wilayah Asia Tenggara, risiko kanker paru-paru serta kandung kemih akibat arsenik di beras diperkirakan meningkat hingga 44%. Penting bagi kita untuk menyadari ancaman kesehatan ini karena beras adalah makanan pokok bagi miliaran orang. Para peneliti menyarankan beberapa cara untuk mengurangi bahaya ini, seperti memilih varietas padi yang lebih sedikit menyerap arsenik, mengelola air sawah dengan pengeringan berkala, serta teknik memasak yang meminimalkan kadar arsenik dalam nasi. Upaya ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Lewis Ziska
Peningkatan kadar arsenik pada beras akibat perubahan iklim dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung, diabetes, dan berbagai kanker yang berkaitan dengan paparan arsenik anorganik dalam jangka panjang.