Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Blokir AI China dan Negara Musuh untuk Lindungi Keamanan Nasional

Teknologi
Keamanan Siber
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
26 Jun 2025
299 dibaca
1 menit
AS Blokir AI China dan Negara Musuh untuk Lindungi Keamanan Nasional

Rangkuman 15 Detik

Amerika Serikat berusaha melindungi keamanan nasional dengan memblokir penggunaan AI dari negara-negara musuh.
RUU No Adversarial AI Act diusulkan secara bipartisan untuk memastikan keamanan data pemerintah.
Perusahaan seperti DeepSeek menjadi perhatian karena dugaan keterlibatan mereka dalam operasi intelijen dan militer.
Amerika Serikat sedang merancang aturan baru untuk melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang dibuat oleh negara-negara yang dianggap musuh, seperti China, Rusia, Iran, dan Korea Utara, terutama di lembaga eksekutif pemerintah. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan nasional dari risiko teknologi asing. Rancangan Undang-Undang yang disebut No Adversarial AI Act diperkenalkan oleh kelompok bipartisan di Kongres Amerika Serikat. Tujuannya adalah menciptakan aturan yang permanen agar AI bermusuhan tidak dipakai dalam sistem pemerintahan yang sensitif. Salah satu perusahaan AI China yang menjadi sorotan adalah DeepSeek yang diduga membantu operasi militer dan intelijen Beijing. Perusahaan ini juga memiliki akses besar ke chip Nvidia yang sangat penting bagi pengembangan AI canggih. DeepSeek mengklaim mampu mengembangkan model AI yang sebanding dengan ChatGPT, dengan biaya yang lebih murah. Namun, penggunaan teknologi mereka telah dilarang oleh sejumlah perusahaan dan lembaga pemerintah AS demi alasan keamanan data. Aturan baru juga memerintahkan Federal Acquisition Security Council untuk membuat dan memperbarui daftar model AI dari negara musuh yang dilarang digunakan, kecuali ada izin khusus dari Kongres atau Kantor Manajemen dan Anggaran AS.