DeepSeek: AI Canggih China Dorong Kontrol Pemerintah dan Pengawasan Massal
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Apr 2025
252 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek merupakan teknologi AI yang berpotensi meningkatkan pengawasan pemerintah di China.
Model R1 DeepSeek telah mengubah cara perusahaan teknologi di China beroperasi dan berinovasi.
Kekhawatiran muncul terkait penyalahgunaan teknologi AI untuk kontrol sosial dan pengawasan oleh pemerintah.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) DeepSeek menjadi sorotan dunia karena mampu menghadirkan layanan AI canggih dengan biaya pengembangan relatif murah. Hal ini memicu kekhawatiran bagi raksasa teknologi AS yang selama ini mendominasi sektor AI. Saham raksasa teknologi AS sempat anjlok dan menghapus nilai pasar senilai Rp 16.70 quadriliun (US$1 triliun) pasca kemunculan model R1 DeepSeek.
DeepSeek diimplementasikan di berbagai sektor di China dalam waktu 3 bulan sejak kemunculannya. Banyak perusahaan teknologi China yang memanfaatkan model terbuka (open-source) tersebut dalam mengembangkan layanan AI masing-masing. DeepSeek juga digunakan oleh pemerintah untuk melancarkan aksi mata-mata dan mengawasi opini publik.
DeepSeek telah diadopsi oleh berbagai sektor seperti smartphone, mobil cerdas, perangkat rumah tangga berbasis IoT, layanan kesehatan, dan pemerintah. Huawei, Oppo, Honor, Vivo, dan Xiaomi menggunakan DeepSeek untuk meningkatkan asisten AI mereka. Selain itu, hampir 100 rumah sakit di China mengumumkan rencana untuk mengadopsi DeepSeek dalam operasional mereka.
Analisis Ahli
Valentin Weber
AI generatif seperti DeepSeek akan menjadi alat utama dalam pengawasan urban yang lebih canggih dan mengancam kebebasan warga.Tilly Zang
Keunggulan DeepSeek terletak pada penerapannya di kehidupan sehari-hari yang membuat AI lebih berguna dan efisien dalam berbagai sektor.


