Amazon Pangkas 14.000 Pekerjaan Korporat Demi Tingkatkan Efisiensi di Era AI
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
28 Okt 2025
187 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon mengumumkan pemotongan 14.000 pekerjaan sebagai bagian dari upaya penghematan biaya.
Kecerdasan buatan menjadi faktor kunci dalam strategi efisiensi dan inovasi perusahaan.
Perekrutan di area strategis diharapkan akan berlanjut meskipun ada pemotongan pekerjaan.
Amazon mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 14.000 pekerjaan di sektor korporat sebagai bagian dari upaya mereka untuk memangkas biaya dan merampingkan organisasi. Langkah ini terjadi setelah laporan sebelumnya menyebut akan ada hingga 30.000 pekerja yang diberhentikan, namun jumlah sebenarnya jauh lebih kecil.
Beth Galetti, seorang eksekutif senior di Amazon, menyampaikan kabar ini kepada karyawan dan menegaskan bahwa tujuan pemotongan ini adalah untuk mengurangi birokrasi, menghilangkan lapisan organisasi yang tidak perlu, dan memfokuskan sumber daya perusahaan pada prioritas terbesar dan kebutuhan pelanggan saat ini dan di masa depan.
Galetti juga menjelaskan bahwa walaupun perusahaan sedang melakukan pengurangan karyawan, Amazon masih akan merekrut di beberapa bidang strategis pada tahun 2026. Perusahaan melihat teknologi AI sebagai perubahan terbesar sejak internet yang memungkinkan inovasi berjalan lebih cepat dan efisien.
CEO Andy Jassy sebelumnya juga menekankan bahwa AI generatif adalah kunci efisiensi dan strategi utama Amazon ke depan, dengan rencana memanfaatkan otomatisasi dan robotika untuk menekan biaya tenaga kerja, yang berujung pada pengurangan pekerjaan manusia.
Meskipun pengurangan ini berdampak besar bagi pekerja, Amazon memberikan kesempatan selama 90 hari untuk karyawan mencari posisi baru di dalam perusahaan, sementara perusahaan tetap waspada terhadap peluang efisiensi yang mungkin menuntut pemangkasan lebih lanjut.
Analisis Ahli
Satya Nadella
Investasi dan adaptasi pada AI memang penting, tapi perusahaan harus memperhatikan dampak sosialnya untuk menjaga keberlanjutan tenaga kerja jangka panjang.Andrew Ng
AI akan mempercepat efisiensi, namun fokus besar harus ditempatkan pada retraining dan pemberdayaan kembali pekerja supaya revolusi teknologi tidak menciptakan kesenjangan baru.