Elon Musk Kritik Menteri NASA, Proyek Artemis Tertunda dan Dipertanyakan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
22 Okt 2025
263 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Elon Musk mengkritik keras Sean Duffy terkait kepemimpinan program luar angkasa AS.
NASA menghadapi tantangan dalam program Artemis dan mempertimbangkan penggantian SpaceX.
Persaingan antara AS dan China dalam eksplorasi luar angkasa semakin ketat.
Elon Musk menyampaikan kritik keras terhadap Sean Duffy, pelaksana tugas Administrator NASA sekaligus Menteri Perhubungan AS, karena dianggap tidak memadai dalam memimpin program luar angkasa Amerika Serikat. Musk mempertanyakan kecerdasan Duffy dan merujuk pada latar belakangnya yang pernah menjadi pemanjat pohon sebagai alasan ketidaksukaan terhadap kepemimpinannya.
Kritik keras ini dipicu oleh pernyataan Duffy yang menyebut SpaceX tertinggal dalam rencana misi AS untuk kembali ke Bulan dan bisa jadi akan diganti oleh perusahaan lain, terutama Blue Origin milik Jeff Bezos. Duffy menegaskan bahwa NASA tidak akan menggantungkan seluruh proyek pada satu perusahaan saja.
Amerika Serikat sedang bersaing ketat dengan China dalam perlombaan penjelajahan luar angkasa, khususnya misi yang bertujuan untuk membawa manusia kembali ke Bulan setelah terakhir kali terjadi pada tahun 1972. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya meluncurkan proyek Artemis dengan tujuan mempertahankan kehadiran jangka panjang di Bulan.
SpaceX berhasil memenangkan kontrak dari NASA senilai 2,900.000.000 dolar AS atau sekitar 48,2 triliun rupiah untuk mengembangkan teknologi penjelajahan Bulan. Selain SpaceX, perusahaan lain yang terlibat adalah Blue Origin, Lockheed Martin, dan Boeing. Namun, misi Artemis mengalami banyak hambatan termasuk penundaan peluncuran dari November 2022 menjadi April 2026.
NASA merencanakan untuk mengirim dua astronaut pada tahun 2027 untuk mendarat di Bulan. Situasi ini menimbulkan ketegangan antara Musk dan pejabat NASA terkait arah dan pelaksanaan program luar angkasa yang dianggap penting untuk masa depan teknologi dan posisi geopolitik Amerika Serikat di dunia.
Analisis Ahli
Katherine Johnson
Memimpin program luar angkasa memerlukan pengetahuan mendalam dan manajemen yang kuat, bukan hanya reputasi atau popularitas.Chris Hadfield
Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah penting, tapi harus didasarkan pada kemampuan teknis dan keandalan perusahaan.

