Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Angkatan Astronaut NASA 2025: Lebih Banyak Perempuan dan Target Mars

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
24 Sep 2025
194 dibaca
2 menit
Angkatan Astronaut NASA 2025: Lebih Banyak Perempuan dan Target Mars

Rangkuman 15 Detik

NASA telah memilih sepuluh kandidat astronaut baru, termasuk lebih banyak perempuan.
Misi eksplorasi Mars menjadi tujuan utama NASA dengan rencana ambisius melalui program Artemis.
Terdapat tantangan signifikan dalam pelaksanaan misi Artemis yang perlu diatasi.
NASA baru saja memperkenalkan angkatan astronaut terbarunya yang terdiri dari sepuluh orang. Yang menarik ialah, kali ini jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, sebuah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah program astronaut NASA. Selain itu, ada kemungkinan salah seorang dari mereka akan menjadi orang Amerika pertama yang menginjakkan kaki di Mars. Para kandidat astronaut ini akan menjalani pelatihan dasar selama dua tahun di Pusat Antariksa Johnson, Houston. Setelah itu, mereka baru akan berpartisipasi dalam misi luar angkasa. NASA menegaskan komitmennya untuk mempertahankan posisi terdepan di bidang eksplorasi luar angkasa dengan menyusun rencana misi yang berani dan ambisius. Salah satu anggota baru adalah Anna Menon, yang mempunyai pengalaman sebagai pengendali penerbangan biomedis, dan Lauren Edgar yang pernah terlibat dalam penelitian geologi untuk misi Artemis 3. Ada juga Yuri Kubo, mantan mahasiswa magang di Pusat Johnson. Mereka semua diharapkan bisa memberi kontribusi besar dalam misi mendatang. Misi Artemis sendiri adalah program NASA yang bertujuan mengirim manusia ke Bulan dan sebagai batu loncatan untuk ke Mars. Namun, sejumlah kendala teknis, terutama dalam pengembangan pendarat manusia yang dibuat oleh SpaceX, menyebabkan penundaan yang cukup lama. Misalnya, misi Artemis 3 untuk pendaratan di bulan yang semula direncanakan pada pertengahan 2027 belum memiliki jadwal pasti. Sementara misi Artemis 2 yang akan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan selama 10 hari sekarang dijadwalkan ulang pada April 2026. Penundaan ini menjadi tantangan yang harus dihadapi NASA agar target eksplorasi Mars dapat tercapai di masa depan. Kesuksesan angkatan astronaut baru ini sangat bergantung pada kelancaran misi-misi tersebut.

Analisis Ahli

Bill Nelson
NASA masih membutuhkan inovasi teknologi dan manajemen proyek yang lebih ketat untuk mempercepat misi berawak ke Bulan dan Mars tanpa menurunkan keselamatan astronaut.
Kathy Lueders
Rekrutmen astronaut yang inklusif dan pelatihan yang sangat fokus akan menjadi kunci sukses jangka panjang dalam misi eksplorasi planet lain.