NASA Siap Kembali ke Bulan dengan Misi Artemis II Tahun 2026
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
11 Okt 2025
60 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
NASA merencanakan misi Artemis II untuk kembali ke Bulan pada tahun 2026.
Misi ini akan melibatkan empat astronaut yang berpengalaman dan bertujuan untuk menguji wahana Orion.
Jika berhasil, NASA akan melanjutkan ke misi Artemis III yang akan membawa astronaut mendarat di Bulan.
NASA berencana untuk kembali ke Bulan dengan meluncurkan misi Artemis II pada tahun 2026. Misi ini akan membawa empat astronaut selama 10 hari untuk menguji wahana antariksa Orion dalam penerbangan lintas Bulan, menandai kembalinya manusia ke Bulan setelah 50 tahun.
Empat astronaut yang akan mengikuti misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Mereka memiliki pengalaman luas di luar angkasa, termasuk bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Jeremy Hansen juga menjadi warga Kanada pertama yang dipilih NASA untuk misi ini.
Misi Artemis II akan menjadi uji coba penting bagi wahana Orion untuk memastikan kelayakan dan kinerjanya. Setelah itu, misi Artemis III akan lebih ambisius dengan pendaratan di Kutub Selatan Bulan selama sekitar satu minggu dan membawa empat astronaut lainnya.
Selain itu, NASA juga berencana untuk membangun stasiun luar angkasa permanen pertama di Bulan yang disebut Gateway. Stasiun ini akan menjadi pangkalan yang dapat digunakan untuk misi masa depan dan memudahkan perjalanan pulang-pergi dari Bulan.
Keseluruhan rencana ini menandai era baru dalam eksplorasi ruang angkasa, dengan tujuan jangka panjang memperluas kehadiran manusia di Bulan dan mempersiapkan perjalanan ke planet-planet lain di tata surya.
Analisis Ahli
Dr. Mae Jemison (astronaut dan insinyur NASA)
Misi Artemis adalah batu loncatan penting untuk eksplorasi manusia di luar orbit Bumi dan akan membuka jalan bagi penjelajahan Mars dan destinasi luar angkasa lainnya.Prof. Jill Tarter (ahli astrobiologi)
Pembangunan stasiun permanen di Bulan seperti Gateway memungkinkan penelitian mendalam dan eksperimen yang tidak dapat dilakukan di Bumi, memperluas pemahaman kita tentang lingkungan luar angkasa.

