Penelusuran Peran Gender Neolitikum lewat Getah Birch Berusia 6.000 Tahun
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
21 Okt 2025
215 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Neolitik melalui analisis bahan yang terawetkan.
Penggunaan tar birch mencerminkan perbedaan praktik gender dalam masyarakat kuno, dengan pria lebih sering terlibat dalam alat batu dan wanita dalam pembuatan tembikar.
Keberadaan DNA manusia dan tanaman dalam artefak menunjukkan potensi besar bagi penelitian arkeologi untuk memahami pola makan dan praktik sosial masa lalu.
Para peneliti dari Universitas Kopenhagen berhasil mengungkap rahasia kehidupan Neolitikum melalui analisis getah birch yang dipakai sebagai semacam 'permen karet' oleh masyarakat 6.000 tahun lalu. Getah ini ternyata bukan hanya untuk merekatkan alat, tapi juga menyimpan DNA serta jejak makanan dan mikroba dari penggunaannya di masa lalu.
Analisis terhadap 30 sampel getah dari situs pemukiman di wilayah Alpen menunjukkan adanya perbedaan penggunaan oleh pria dan wanita. DNA pria ditemukan pada getah yang digunakan untuk menempelkan alat batu, sedangkan DNA wanita muncul pada getah yang digunakan dalam pembuatan keramik.
Penemuan ini memperkuat hipotesis bahwa pria dan wanita memiliki peran yang berbeda dalam pekerjaan sehari-hari masa itu, di mana pria lebih banyak berkutat dengan alat-alat batu dan wanita lebih banyak mengerjakan keramik. Selain itu, getah birch juga mengandung DNA tanaman seperti biji rami dan poppy yang memberi petunjuk tentang pola makan dan penggunaan obat.
Penelitian ini menggunakan teknik pemulihan DNA dari getah yang menyimpan zat biologis dengan sangat baik, sehingga memberikan cara baru untuk mempelajari sejarah masyarakat yang tidak selalu terlihat dari sisa tulang-belulang atau artefak lainnya.
Dengan keterbatasan sisa manusia yang ditemukan dari masa Neolitikum, getah birch yang digunakan sebagai ‘permen karet’ ini menjadi sumber berharga yang memungkinkan kita mendapatkan gambaran kehidupan masa lalu. Para ilmuwan berharap teknik ini bisa digunakan lebih luas di masa depan untuk mengungkap sejarah manusia secara lebih detail.
Analisis Ahli
Dr. Anna White
Analisis DNA dari getah birch merupakan terobosan penting dalam arkeologi molekuler yang membuka cara baru untuk memahami kehidupan sosial dan ekonomi masa lalu dengan sangat detail.

