Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bukti Langsung Kunyah Buah Pinang 4.000 Tahun Lalu Di Thailand

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
31 Jul 2025
1024 dibaca
2 menit
Bukti Langsung Kunyah Buah Pinang 4.000 Tahun Lalu Di Thailand

TLDR

Kacang betel telah digunakan di Asia Tenggara selama ribuan tahun dan penting dalam budaya lokal.
Analisis plak gigi dapat mengungkap kebiasaan konsumsi tanaman kuno yang tidak terlihat oleh bukti arkeologis tradisional.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengunyahan kacang betel di Thailand telah ada sejak 4.000 tahun yang lalu.
Penelitian terbaru mengungkap bukti pertama langsung bahwa buah pinang telah dikunyah di Asia Tenggara sejak 4.000 tahun lalu, tepatnya di situs arkeologi Nong Ratchawat, Thailand. Tim peneliti dari Universitas Chiang Mai dan California Academy of Sciences menggunakan teknologi analisis plak gigi untuk menemukan jejak kimia yang menunjukkan penggunaan betel nut secara berulang.Betel nut chewing telah menjadi bagian penting dari budaya Asia Tenggara selama ribuan tahun, memberikan efek seperti meningkatkan energi dan rasa euforia. Namun, bukti yang biasanya ditemukan seperti noda gelap pada gigi tidak selalu muncul, sehingga sulit untuk mengetahui kebiasaan ini hanya dari bukti fisik luar.Melalui studi ini, para ilmuwan mengekstrak plak gigi dari makam kuno dan berhasil menemukan senyawa seperti arecoline dan arecaidine yang merupakan bahan aktif buah pinang. Penemuan ini membuktikan penggunaan betel nut di Thailand pada masa Perunggu jauh sebelum bukti sebelumnya yang ditemukan di Filipina.Untuk memastikan temuan mereka benar, tim peneliti juga merekonstruksi campuran tradisional dari bahan-bahan betel nut termasuk daun sirih dan kapur untuk disesuaikan dengan kondisi kunyahan. Hal ini membuktikan metode mereka dapat dipercaya untuk mendeteksi penggunaan tumbuhan psikoaktif di masa lalu.Walaupun hanya ditemukan pada satu individu di situs tersebut, penelitian ini menunjukkan metode analisis plak gigi kuno dapat diterapkan luas untuk mengungkap praktik budaya dan konsumsi tanaman di masa lalu yang selama ini sulit dilacak hanya melalui bukti arkeologis tradisional.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.