Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Terbaru Membuktikan Mumiasi Pertama Dilakukan di Asia Tenggara Ribuan Tahun Lalu

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
InterestingEngineering InterestingEngineering
16 Sep 2025
209 dibaca
2 menit
Penemuan Terbaru Membuktikan Mumiasi Pertama Dilakukan di Asia Tenggara Ribuan Tahun Lalu

Rangkuman 15 Detik

Temuan ini menunjukkan bahwa praktik mummifikasi manusia dilakukan jauh lebih awal dari yang diperkirakan.
Mummifikasi melalui pengasapan menunjukkan inovasi teknis dalam perawatan jasad di kalangan pemburu-pengumpul.
Penelitian ini membuka peluang untuk mengeksplorasi tradisi mortuary di wilayah Asia Tenggara lebih lanjut.
Para peneliti baru saja menemukan bukti paling awal yang diketahui tentang mumiasi buatan manusia, yang dilakukan ribuan tahun yang lalu oleh kelompok pemburu-pengumpul di Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara. Mereka mengungkapkan bahwa teknik pengawetan jasad dengan cara pengasapan suhu rendah sudah dilakukan antara 12.000 hingga 4.000 tahun lalu, dan mungkin ada yang berumur sampai 14.000 tahun. Dalam penelitian tersebut, sisa-sisa jasad ditemukan dengan posisi duduk dan terkadang terdapat bekas bercak bakar pada tulang, yang tidak sesuai dengan proses pembusukan biasa. Hal ini mengindikasikan jasad telah dikeringkan terlebih dahulu menggunakan asap dengan proses yang memakan waktu berbulan-bulan agar awet sebelum dimakamkan. Para peneliti menggunakan teknik seperti difraksi sinar-X dan spektroskopi inframerah untuk mempelajari perubahan molekuler pada tulang yang membuktikan adanya pemanasan dalam jangka panjang dengan suhu rendah. Teknik ini berbeda jauh dari pembakaran yang cepat atau pengawetan alami akibat lingkungan kering. Temuan ini memperbarui sejarah mumiasi buatan di dunia yang sebelumnya diketahui hanya dilakukan di wilayah tertentu seperti di Mesir kuno sekitar 4.500 tahun lalu dan di Chili sekitar 7.000 tahun yang lalu. Kini diketahui bahwa Asia Tenggara memiliki tradisi mumiasi yang jauh lebih tua dan mungkin sangat beragam. Walaupun penelitian ini sangat menarik, beberapa ahli mengingatkan perlunya penanggalan tambahan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan bahwa praktik pengasapan sangat luas dan konsisten di berbagai daerah. Penelitian ini membuka peluang baru untuk memahami hubungan sosial dan spiritual manusia prasejarah yang lebih dalam.

Analisis Ahli

Rita Peyroteo Stjerna
Mengkritisi metode penanggalan yang digunakan dianggap kurang kuat dan mempertanyakan konsistensi praktik pengasapan di semua situs yang diperiksa.