Manusia Purba Gunakan Tulang Paus untuk Alat Berburu Sejak 20 Ribu Tahun Lalu
Sains
Iklim dan Lingkungan
01 Jun 2025
99 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Manusia Paleolitik memanfaatkan sumber daya laut lebih awal dari yang diperkirakan.
Tulang paus digunakan untuk membuat alat berburu dan mengekstraksi minyak lemak.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang perilaku manusia purba dan diet mereka yang beragam.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa manusia Paleolitikum sudah memanfaatkan sumber daya laut jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Mereka menggunakan tulang paus yang terdampar di pantai untuk membuat alat berburu seperti tombak dan ujung tombak.
Analisis terhadap lebih dari 170 tulang paus dari situs arkeologi di Prancis dan Spanyol menunjukkan bukti bahwa manusia purba ini menggunakan tulang dari lima jenis paus berbeda. Alat-alat ini digunakan untuk berburu hewan darat seperti rusa dan bison.
Selain itu, manusia paleolitikum juga mengekstraksi minyak dari tulang paus untuk sumber energi, yang sangat penting untuk bertahan hidup di masa glasial dengan iklim yang keras. Penelitian ini menggunakan teknik ilmiah canggih seperti radiocarbon dating dan analisis protein tulang.
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana manusia purba menjalani kehidupan mereka, dengan memanfaatkan baik sumber daya darat maupun laut, sekaligus memberikan informasi penting tentang ekologi dan migrasi paus pada masa itu.
Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa perdagangan atau pertukaran barang bisa saja terjadi di antara kelompok-kelompok manusia purba, serta membantu memahami sejarah lingkungan sekitar yang kini sebagian besar wilayah pesisirnya tenggelam karena naiknya permukaan laut.



