Courtesy of YahooFinance
Pasar aset di Inggris mengalami penurunan lagi pada hari Senin karena kekhawatiran menjelang laporan inflasi penting yang akan dirilis minggu ini. Nilai poundsterling jatuh hingga 0,8% menjadi Rp 199.08 juta ($1,2106) , yang merupakan level terendah sejak November 2023. Obligasi pemerintah Inggris, atau gilts, juga mengalami penurunan, dengan imbal hasil 10 tahun mendekati puncak tertinggi sejak krisis keuangan global pada tahun 2008. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan harga konsumen di Inggris tetap tidak berubah di angka 2,6%, yang lebih tinggi dari target Bank of England sebesar 2%.
Investor khawatir bahwa inflasi yang tinggi dapat memperburuk kondisi keuangan pemerintah Inggris, dan bahkan laporan inflasi yang lebih baik bisa dianggap negatif bagi poundsterling. Pasar juga akan memperhatikan penjualan obligasi terkait inflasi dan gilts dalam beberapa hari ke depan. Secara keseluruhan, pasar Inggris menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, dengan saham-saham domestik mengalami minggu terburuk sejak Juni 2023.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menyebabkan penurunan aset Inggris baru-baru ini?A
Penurunan aset Inggris disebabkan oleh kekhawatiran menjelang laporan inflasi yang akan datang.Q
Siapa yang memberikan analisis tentang dampak laporan inflasi terhadap pound?A
Lee Hardman, seorang strategis FX senior di MUFG, memberikan analisis tentang dampak laporan inflasi terhadap pound.Q
Apa yang diperkirakan oleh ekonom mengenai pertumbuhan harga konsumen di Inggris?A
Ekonom memperkirakan pertumbuhan harga konsumen di Inggris tetap tidak berubah di angka 2.6%, di atas target Bank of England.Q
Apa yang terjadi pada indeks FTSE 250 dan FTSE 100 baru-baru ini?A
Indeks FTSE 250 mengalami penurunan terburuk sejak Juni 2023, sementara FTSE 100 juga turun sebesar 0.3%.Q
Apa yang dimaksud dengan stagflasi dalam konteks ekonomi Inggris?A
Stagflasi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi terhambat sementara inflasi tetap tinggi, yang menjadi perhatian di Inggris saat ini.