Studi Baru Menunjukkan 'Batu Anomali' Dalam Kedalaman Bumi
Courtesy of Forbes

Rangkuman Berita: Studi Baru Menunjukkan 'Batu Anomali' Dalam Kedalaman Bumi

Forbes
Dari Forbes
08 Januari 2025 pukul 21.54 WIB
123 dibaca
Share
Seorang tim geofisikawan telah membuat model rinci tentang mantel bawah Bumi menggunakan gelombang gempa. Penelitian ini menunjukkan adanya zona batuan yang lebih dingin atau memiliki komposisi berbeda dari yang dipahami saat ini dalam ilmu tektonik lempeng. Gelombang seismik yang dihasilkan saat gempa menyebar dari pusat gempa dan kecepatannya tergantung pada jenis gelombang serta kepadatan dan elastisitas material yang dilalui. Dengan menggunakan data dari berbagai ukuran gempa dan superkomputer, para ilmuwan menemukan bahwa ada zona batuan dingin di bawah lautan besar dan di dalam benua, jauh dari batas lempeng, yang sebelumnya tidak terduga. Penemuan ini menunjukkan bahwa zona-zona tersebut mungkin lebih luas dari yang diperkirakan dan bisa jadi bukan hanya material lempeng yang tenggelam dalam 200 juta tahun terakhir, tetapi juga material yang terbentuk dari berbagai proses geologis. Para peneliti berpendapat bahwa anomali ini bisa berasal dari batuan kuno yang telah ada sejak pembentukan mantel sekitar 4 miliar tahun yang lalu atau zona di mana batuan kaya besi terakumulasi akibat pergerakan mantel selama miliaran tahun. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika internal Bumi dan tantangan bagi para ilmuwan untuk memahami lebih lanjut tentang struktur dan proses yang terjadi di dalamnya.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh tim geofisikawan dari ETH Zurich dan California Institute of Technology?
A
Tim geofisikawan menemukan zona batuan dingin di bawah lautan besar dan di dalam benua yang jauh dari batas lempeng.
Q
Bagaimana gelombang seismik digunakan untuk mempelajari struktur Bumi?
A
Gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi digunakan untuk menganalisis densitas dan elastisitas material di dalam Bumi.
Q
Apa yang dimaksud dengan zona subduksi?
A
Zona subduksi adalah area di mana satu lempeng tektonik menyelam di bawah lempeng lainnya, biasanya ditemukan di batas lempeng.
Q
Mengapa penemuan baru ini penting untuk pemahaman kita tentang mantel Bumi?
A
Penemuan ini menunjukkan bahwa anomali di mantel Bumi lebih luas dari yang diperkirakan, yang dapat mengubah pemahaman kita tentang dinamika internal Bumi.
Q
Apa yang diungkapkan oleh model resolusi tinggi yang digunakan dalam penelitian ini?
A
Model resolusi tinggi mengungkapkan bahwa anomali di mantel Bumi mungkin berasal dari berbagai proses geologis, bukan hanya material dari lempeng yang subduksi.

Rangkuman Berita Serupa

Inti Bumi mengalami perubahan struktural, mempengaruhi panjang hari.InterestingEngineering
Sains
2 bulan lalu
55 dibaca
Inti Bumi mengalami perubahan struktural, mempengaruhi panjang hari.
Para ilmuwan menemukan sinyal aneh dari 10 juta tahun yang lalu di dasar lautan.InterestingEngineering
Sains
2 bulan lalu
69 dibaca
Para ilmuwan menemukan sinyal aneh dari 10 juta tahun yang lalu di dasar lautan.
Inti dalam Bumi yang misterius benar-benar sedang berubah bentuk.NatureMagazine
Sains
2 bulan lalu
106 dibaca
Inti dalam Bumi yang misterius benar-benar sedang berubah bentuk.
Bahkan Gunung Berapi yang 'Tidur' Memiliki Badan Magma Besar yang Terletak di BawahnyaForbes
Sains
2 bulan lalu
127 dibaca
Bahkan Gunung Berapi yang 'Tidur' Memiliki Badan Magma Besar yang Terletak di Bawahnya
Bahkan Gunung Berapi yang "Tidur" Memiliki Badan Magma Besar yang Terletak di BawahnyaForbes
Sains
2 bulan lalu
112 dibaca
Bahkan Gunung Berapi yang "Tidur" Memiliki Badan Magma Besar yang Terletak di Bawahnya
Gempa Terdeep Tidak Mencatat Rekor Seismik Setelah SemuaForbes
Sains
2 bulan lalu
104 dibaca
Gempa Terdeep Tidak Mencatat Rekor Seismik Setelah Semua