Courtesy of YahooFinance
Investor di pasar obligasi China tampaknya pesimis tentang pemulihan ekonomi, meskipun pasar saham menunjukkan harapan akan kebangkitan konsumsi. Meskipun ada lonjakan di pasar saham, hasil obligasi jangka panjang terus mencatatkan rekor terendah, menunjukkan bahwa banyak investor tidak percaya bahwa kenaikan ini akan bertahan lama. Hasil obligasi sepuluh tahun turun menjadi 1,78%, mencerminkan sistem perbankan yang dipenuhi uang tunai dan ekspektasi pertumbuhan yang lambat serta inflasi yang hampir tidak ada.
Salah satu alasan untuk tren ini adalah kurangnya alternatif investasi yang menarik. Banyak bank di China memiliki simpanan yang sangat besar, dan dengan permintaan pinjaman yang rendah, banyak dana mengalir ke pasar uang dan obligasi, yang menyebabkan hasil obligasi semakin rendah. Meskipun ada risiko yang dapat mempengaruhi pasar obligasi, seperti rencana pengeluaran fiskal besar dari pemerintah, banyak investor percaya bahwa tren penurunan hasil obligasi akan terus berlanjut tanpa adanya kebijakan pertumbuhan yang kuat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dengan pasar obligasi di China saat ini?A
Pasar obligasi di China mengalami penurunan imbal hasil, dengan yield obligasi sepuluh tahun mencapai rekor terendah.Q
Mengapa investor obligasi tidak percaya pada pemulihan ekonomi?A
Investor obligasi merasa bahwa meskipun ada rally di pasar saham, itu tidak didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat.Q
Apa yang mempengaruhi penurunan imbal hasil obligasi di China?A
Penurunan imbal hasil obligasi dipengaruhi oleh kelebihan likuiditas di sistem perbankan dan ekspektasi pertumbuhan yang lambat.Q
Bagaimana kebijakan pemerintah China mempengaruhi pasar obligasi?A
Kebijakan pemerintah China untuk menstabilkan pasar keuangan dan properti berpengaruh pada pasar obligasi, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan kepercayaan investor.Q
Apa proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun depan?A
Proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun depan diperkirakan akan melambat menjadi 4,5% menurut Goldman Sachs.