Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Tokenisasi: Pembaharuan Pasar Kripto

Share

Kumpulan artikel ini membahas bagaimana dana kredit swasta seperti BlackRock memicu tekanan harga kripto dan pasar DeFi, serta peluang investasi global tanpa henti melalui tokenisasi. Selain itu, diungkap penilaian bitcoin yang dianggap undervalued di tahun transisi dan peringatan infrastruktur pasar terkait biaya tinggi serta likuiditas terfragmentasi pada sekuritas token. Keseluruhan, artikel menggambarkan dinamika inovasi dan tantangan di era tokenisasi aset.

09 Mar 2026, 18.38 WIB

Bitcoin Naik Saat Konflik Timur Tengah, Berhasil Kalahkan Emas dan Saham

Bitcoin Naik Saat Konflik Timur Tengah, Berhasil Kalahkan Emas dan Saham
Bitcoin menunjukkan kenaikan sekitar 3,5% sejak konflik Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dimulai, sementara aset safe haven seperti emas dan perak justru mengalami penurunan. Saham teknologi juga mengalami koreksi tetapi bitcoin mampu outperform mayoritas aset utama dalam masa ketidakpastian ini. Data pasar menunjukkan bahwa posisi leverage berisiko dalam perdagangan bitcoin telah berkurang, menciptakan pasar yang lebih stabil dan didukung oleh permintaan spot. Kembalinya premium Coinbase dan aliran dana ke ETF spot menandakan investor institusional mulai masuk kembali ke pasar crypto pada harga yang dianggap menarik. Situasi ini memberikan sinyal bahwa bitcoin bisa menjadi aset lindung nilai alternatif di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar tradisional. Jika minat institusional terus tumbuh, stabilisasi harga bitcoin kemungkinan akan terjadi meskipun ancaman eksternal belum mereda.
09 Mar 2026, 18.24 WIB

Bitcoin Tetap Stabil di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Lonjakan Harga Minyak

Bitcoin Tetap Stabil di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Lonjakan Harga Minyak
Bitcoin dan pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan meski harga minyak melonjak di atas 100 dolar dan saham AS mengalami penurunan. Harga bitcoin stabil dalam rentang 60.000 hingga 75.000 dolar dan naik sekitar 3% sejak pagi waktu Asia. Pembuat pasar bitcoin berada dalam posisi short gamma di level harga utama, yang berarti mereka akan memperbesar volatilitas jika harga menembus batas atas atau bawah rentang tersebut. Indeks volatilitas bitcoin relatif stabil, berbeda dengan indeks volatilitas di pasar tradisional yang melonjak. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar bitcoin saat ini tengah dalam fase ketenangan yang rapuh, dan kemungkinan besar volatilitas akan meningkat jika harga keluar dari kisaran stabil ini. Investor dan pedagang harus siap dengan potensi pergerakan harga yang tiba-tiba mengingat posisi hedging yang sudah dilakukan.
09 Mar 2026, 17.48 WIB

Data Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah Pengaruhi Pasar Kripto Minggu Ini

Data Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah Pengaruhi Pasar Kripto Minggu Ini
Data inflasi Amerika Serikat menjadi fokus utama yang dinantikan minggu ini dan dapat mengubah ekspektasi terhadap suku bunga Fed serta sentimen pasar. Konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran meningkatkan risiko geopolitik yang membuat pasar komoditas dan bitcoin jadi sangat volatil. Bitcoin gagal mempertahankan harga di atas 70.000 dolar AS minggu lalu di tengah kondisi pasar yang tidak pasti. Para pedagang juga mengamati harga minyak sebagai indikator utama dampak perang di Timur Tengah terhadap inflasi di AS. Selain itu, beberapa proyek kripto seperti Solstice, Kamino, dan Succinct akan mengumumkan produk baru yang dapat menarik perhatian pasar. Namun, detail pengumuman produk tersebut masih dirahasiakan, menambah ketegangan dan spekulasi di pasar. Penting bagi para investor untuk memantau data inflasi, perkembangan geopolitik, dan pengumuman produk baru dari proyek kripto agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat. Jika kondisi politik dan inflasi memburuk, pasar kripto kemungkinan tetap volatile dan berpotensi turun lebih dalam. Sebaliknya, inovasi produk kripto yang muncul bisa memberikan peluang baru di tengah ketidakpastian tersebut.
09 Mar 2026, 17.37 WIB

Bitcoin Menguat Saat Pasar Global Turun dan Minyak Melonjak ke Level Tertinggi

Bitcoin Menguat Saat Pasar Global Turun dan Minyak Melonjak ke Level Tertinggi
Bitcoin mengalami kenaikan 2,8% setelah pasar futures global mengalami penurunan. Indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 futures turun lebih dari 1,5% sementara harga minyak melonjak hingga 115 dolar AS per barel. Emas dan perak juga mengalami penurunan, menunjukan investasi tradisional tengah melemah. Sentimen positif terhadap Bitcoin terkait ketahanan terhadap konflik geopolitik seperti perang di Iran dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Trading firm QCP menyoroti semakin relevannya Bitcoin sebagai pelarian digital, terutama di negara-negara Teluk yang mengalami ketidakstabilan mata uang dan politik. Pasar kripto menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peningkatan minat terhadap Bitcoin menunjukkan potensi pergeseran pola investasi global ke aset digital dalam menghadapi gejolak pasar dan geopolitik. Bitcoin mulai dipandang sebagai alternatif aman untuk lindung nilai di wilayah yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Ini berimplikasi pada semakin besarnya peran kripto di masa depan pasar finansial.
09 Mar 2026, 17.14 WIB

Kenapa Harga Bitcoin Stabil Saat Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Kenapa Harga Bitcoin Stabil Saat Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Konflik antara Iran, AS, dan Israel memicu kenaikan harga minyak di atas 100 dolar AS per barel yang menimbulkan kecemasan inflasi global. Meskipun pasar Asia dan Eropa terpukul keras, pasar saham AS dan bitcoin tetap relatif stabil sejauh ini. Pasar saham AS menahan tekanan karena negara tersebut adalah eksportir minyak bersih dengan ketergantungan minyak Timur Tengah yang minim, sementara bitcoin mengikuti pergerakan saham teknologi dan Nasdaq. Umpan balik kebijakan Trump juga turut menguatkan hubungan bitcoin dengan pasar keuangan AS. Stabilnya bitcoin menandakan aset ini semakin menjadi indikator risiko pasar AS daripada aset bebas risiko global. Jika konflik dan harga minyak berlangsung lama, risiko inflasi dan dampak terhadap konsumen AS bisa meningkat bersamaan dengan volatilitas pasar keuangan yang lebih besar.
09 Mar 2026, 15.44 WIB

Rancangan Regulasi Aset Digital AS: Bank Butuh Kepastian Lebih dari Kripto

Rancangan undang-undang Digital Asset Market Clarity Act di AS bertujuan mengatur aset digital dan memberikan kepastian regulasi, namun macet sejak Januari akibat perdebatan soal pembayaran hadiah stablecoin. Bank dan perusahaan kripto saling bertentangan dalam hal ini, masing-masing melihat risiko dan peluang berbeda. Gagalnya regulasi ini mengakibatkan ketidakpastian yang menahan investasi dalam infrastruktur digital baru. Bank khawatir pemberian hadiah kepada pemegang stablecoin bisa menyebabkan arus modal keluar dari bank mereka, sementara perusahaan kripto seperti Coinbase mendorong kebebasan untuk terus bereksperimen dengan stablecoin dalam pembayaran global. Para pemimpin bank, termasuk CEO JPMorgan Jamie Dimon, menginginkan perlakuan yang setara dan kepastian regulasi sebelum berinvestasi. Pemerintah Trump juga menyatakan ketidaksabaran terhadap penundaan regulasi ini. Menurut Christopher Giancarlo, jika bank menolak regulasi yang disepakati, inovasi pengembangan stablecoin dan ekosistem kripto akan pindah ke luar negeri dan melemahkan posisi bank AS dalam pembayaran digital global. Meskipun peluang pengesahan sekitar 60%, masih banyak isu yang harus diselesaikan agar rancangan undang-undang ini bisa berjalan. Ketidakjelasan ini dapat mendorong pembentukan regulasi di negara lain yang lebih memberikan ruang dan kepastian.
09 Mar 2026, 15.04 WIB

Lonjakan Perdagangan Kripto di Jepang Saat Pasar Saham Asia Terjun Bebas

Pasar saham Asia mengalami penurunan tajam akibat lonjakan harga minyak dan ketegangan geopolitik, memicu lonjakan volume perdagangan kripto di bursa Jepang Bitflyer. Data menunjukkan aktivitas perdagangan di Bitflyer meningkat 200%, jauh melampaui platform global seperti Coinbase dan Binance. Korea Selatan dan Taiwan juga mengalami penurunan pasar saham yang signifikan meski kenaikan volume kripto di bursa mereka lebih kecil, dengan Korea Selatan mengalami penurunan pasar terparah sebesar 8%. Ketergantungan besar pada impor energi dari Timur Tengah menjadi faktor utama volatilitas pasar di wilayah tersebut. Kenaikan volume perdagangan kripto di Jepang menunjukkan pergeseran minat investor menuju aset digital selama tekanan pasar tradisional, dengan bitcoin menguat paling tinggi terhadap yen Jepang. Pertumbuhan ini diperkirakan dapat berlanjut hingga pasar saham mulai stabil kembali.
09 Mar 2026, 14.41 WIB

G7 Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Hadang Harga Minyak di Tengah Konflik Iran

Pasar minyak kripto mengalami volatilitas tinggi saat harga kontrak minyak mentah tokenized di Hyperliquid melonjak hingga Rp 1.97 juta ($118) dan kemudian turun ke Rp 171.73 juta ($102,83) . Harga ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi perang di Timur Tengah dan rencana pelepasan cadangan minyak darurat oleh kelompok G7. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Saudi Arabia memperparah gangguan pasokan minyak dengan turunnya produksi Irak hingga 60% dan terhambatnya lalu lintas tanker di Selat Hormuz. G7 bersama IEA membahas intervensi dengan rencana pelepasan cadangan minyak untuk mengantisipasi dampak krisis tersebut. Rencana pelepasan cadangan minyak ini jika terealisasi akan menjadi langkah koordinasi terbesar sejak perang Rusia-Ukraina 2022, dan berpotensi menstabilkan pasar minyak global meskipun risiko jangka panjang tetap besar jika jalur pengiriman utama tetap tertutup.
09 Mar 2026, 13.03 WIB

Mengapa Bitcoin Tetap Stabil Saat Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Iran

Konflik antara Iran, AS, dan Israel memicu kenaikan harga minyak hingga di atas 100 dolar AS per barel. Dampak ini terutama dirasakan oleh pasar saham Asia yang mengalami penurunan tajam sementara pasar saham AS masih relatif bertahan. Bitcoin tetap stabil di sekitar 67.000 dolar AS, berbeda dengan volatilitas pasar global lainnya. AS sebagai eksportir minyak bersih dan tidak bergantung secara signifikan pada minyak dari Timur Tengah membuat pasar saham AS lebih tahan terhadap guncangan harga minyak. Bitcoin yang korelasinya kuat dengan Nasdaq dan pasar teknologi AS ikut menunjukkan resistensi. Dekatnya bitcoin dengan kebijakan ramah kripto dan penerapan ETF spot AS juga meningkatkan penyerapan institusional. Meskipun AS terlindung dari dampak langsung harga minyak tinggi, kenaikan harga BBM bisa berdampak dengan jeda waktu ke konsumen domestik. Jika konflik berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, risiko inflasi bisa meningkat dan berimbas pada harga konsumen serta pasar keuangan termasuk bitcoin. Saat ini pasar AS dan bitcoin masih relatif stabil menghadapi gejolak global.
09 Mar 2026, 12.13 WIB

Bitcoin Tahan di Tengah Krisis Pasar, Apa Artinya Bagi Investor?

Bitcoin menunjukkan kekuatan relatif dengan harga stabil di sekitar 67.378 dolar meski kondisi pasar keuangan global memburuk. Cryptocurrency utama lain seperti Ether dan BNB juga mengalami kenaikan, sementara beberapa aset lain seperti Solana menunjukkan penurunan mingguan. S&P 500 futures merosot lebih dari 2% sementara volatilitas pasar mencapai level tertinggi sejak April, dipicu oleh lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS. Pakar seperti Ed Yardeni meningkatkan risiko terjadinya pasar ambruk Amerika Serikat hingga 35%, mengingat tekanan inflasi dan pengangguran. Meskipun Bitcoin seringkali mengikuti tren pasar saham selama episode risiko, sebagian besar pergerakannya tetap dipengaruhi oleh faktor independen. Namun, ketidakstabilan ekonomi global dan geopolitik besar berpotensi memperburuk tekanan pada aset risiko seperti saham dan kripto dalam jangka menengah.
Setelahnya

Baca Juga

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • AI: Terobosan & Geliat Pasar

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Waspada Penipuan Digital

  • Panen THR Ojol 2026

  • Arsenal Militer Generasi Baru