Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin di Pusaran Tensi Global

Share

Sekelompok artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin di kisaran $67.000–$70.000 dipengaruhi aliran masuk ETF, dinamika regulasi stablecoin, serta ketegangan geopolitik mulai dari serangan Iran hingga kebijakan AS di bawah Trump. Wawasan meliputi implikasi likuiditas, strategi short-covering, dan penggunaan kripto dalam evasi sanksi.

10 Mar 2026, 11.42 WIB

Optimisme Gencatan Senjata Dorong Rebound Kripto, Pantau Level Kunci Ethereum

Optimisme Gencatan Senjata Dorong Rebound Kripto, Pantau Level Kunci Ethereum
Pasar kripto mengalami rebound pada hari Selasa dengan Ether naik 2,6% ke atas Rp 33.40 ribu ($2.000) dan Solana memimpin pemulihan meskipun masih jauh dari level puncak tahun sebelumnya. Katalis utama adalah optimisme penyelesaian konflik Iran yang disampaikan oleh Donald Trump, yang mendorong sentimen positif di pasar risiko. Investor institusional tetap aktif dengan dana kripto mengalami aliran masuk sebesar Rp 10.34 triliun ($619 juta) , terutama ke produk Bitcoin. Pasar saham mengalami volatilitas tinggi, termasuk kerugian besar di S&P 500 dan data ekonomi yang lemah, namun aliran modal ke kripto menunjukkan adanya demand strategis walau harga berfluktuasi. Pertemuan Federal Reserve pada pertengahan Maret akan menjadi momen penentu bagi pasar kripto, karena sikap hawkish soal kenaikan suku bunga dapat memperberat tekanan terhadap aset berisiko seperti altcoin. Ethereum di level Rp 33.40 ribu ($2.000) hingga Rp 41.75 miliar ($2.500 m) enjadi zona penting yang menunjukan apakah tren pemulihan benar-benar berlanjut.
10 Mar 2026, 10.32 WIB

Bitcoin Melonjak Kembali di Atas 70 Ribu Usai Krisis Energi Mereda

Bitcoin Melonjak Kembali di Atas 70 Ribu Usai Krisis Energi Mereda
Bitcoin berhasil bangkit dan kembali melampaui harga 70.000 dolar setelah sempat terjun ke kisaran 65.000 dolar akibat kekhawatiran gangguan pasar energi global. Pemulihan ini terjadi setelah volatilitas di pasar energi mulai menurun dan investor mencerna berita geopolitik terkini. Permintaan institusional terhadap Bitcoin tetap kuat, terbukti dari arus masuk dana ke ETF spot Bitcoin yang mencapai ratusan juta dolar setiap minggunya. Analis juga mencatat Bitcoin menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan dengan saham dan beberapa aset lindung nilai tradisional pada saat guncangan awal pasar. Indikator onchain dan derivatif mengindikasikan pasar Bitcoin mulai stabil meski sentimen pasar dan partisipasi spekulatif masih belum sepenuhnya pulih. Pasar prediksi juga menjadi lebih optimistis dengan peluang Bitcoin mencapai 75.000 dolar pada bulan Maret semakin meningkat.
10 Mar 2026, 07.11 WIB

Persaingan Agenda Trump Mengancam Regulasi Kripto AS dan RUU Pemilu Kontroversial

Persaingan Agenda Trump Mengancam Regulasi Kripto AS dan RUU Pemilu Kontroversial
Presiden Donald Trump menyatakan tak akan menandatangani undang-undang apapun sampai RUU SAVE America yang mengatur persyaratan pemilih disetujui. RUU ini mencakup identifikasi pemilih yang ketat dan aturan lain seperti pelarangan atlet transgender di olahraga wanita. Hal ini mengancam regulasi kripto yang sedang diperjuangkan lewat Digital Asset Market Clarity Act. RUU kripto sudah melewati Komite Pertanian Senat dan tinggal menunggu pembahasan di Komite Perbankan Senat agar bisa dibawa ke pemungutan suara di Senat. Namun, Trump yang memberikan prioritas pada RUU pemilu menunda persetujuan undang-undang lain termasuk regulasi aset digital. Para penyokong kripto harus menghadapi ketidakpastian besar sebelum legislasi disahkan. Konflik ini menggambarkan bagaimana kepentingan politik atas pengaturan pemilu besar mempengaruhi proses legislasi penting di bidang teknologi dan keuangan. Keputusan Trump akan menentukan apakah pasar aset digital AS akan mendapatkan regulasi yang jelas dan mendukung inovasi atau tertunda lebih lama sampai setelah pemilu paruh waktu.
10 Mar 2026, 03.50 WIB

Saham Circle Melonjak 86% karena Konflik Timur Tengah dan Short Squeeze

Saham Circle Melonjak 86% karena Konflik Timur Tengah dan Short Squeeze
Saham Circle (CRCL) naik signifikan 10% dalam sehari dan sudah meningkat 86% dalam sebulan. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya konflik di Iran, yang memicu kenaikan harga minyak mentah sebesar 35% sejak akhir Februari. Lonjakan harga minyak meningkatkan tekanan inflasi dan mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga the Fed, menguntungkan penerbit stablecoin seperti Circle yang mendapatkan yield lebih tinggi dari suku bunga tersebut. Hedge fund yang melakukan posisi short besar-besaran sebelum laporan keuangan Circle ikut berkontribusi pada lonjakan harga melalui short squeeze. Dengan posisi short interest sebesar 13%, pergerakan saham Circle dipicu oleh faktor teknikal dan geopolitik, bukan hanya fundamental perusahaan. Jika konflik dan harga minyak tetap tinggi, saham ini kemungkinan akan terus bergerak volatile dan potensial menguntungkan bagi investor yang waspada.
10 Mar 2026, 02.51 WIB

Perang Iran Bisa Segera Berakhir, Pasar Saham dan Kripto Meroket, Minyak Anjlok

Perang Iran Bisa Segera Berakhir, Pasar Saham dan Kripto Meroket, Minyak Anjlok
Presiden Trump mengumumkan bahwa perang dengan Iran dapat segera berakhir lebih cepat dari perkiraan empat hingga lima minggu. Pernyataan ini memberikan dorongan positif ke pasar setelah gejolak pasar yang tajam sebelumnya. Pasar saham utama seperti Nasdaq naik 1,25% dan S&P 500 naik 0,8%, sementara Bitcoin naik 2,4% menembus angka hampir 69.000 dolar. Saham perusahaan kripto seperti Circle, Strategy, dan Coinbase juga mengalami kenaikan signifikan. Harga minyak WTI yang sempat melonjak hingga 120 dolar AS per barel pada hari Minggu, kemudian turun drastis ke angka 85 dolar AS per barel. Kondisi ini menunjukkan reaksi pasar yang sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
09 Mar 2026, 23.07 WIB

Konflik AS-Iran Bisa Dorong Harga Bitcoin Naik Karena Dewasa Ini

Potensi konflik berkepanjangan antara AS dan Iran dapat mendorong permintaan bitcoin. Pengeluaran pemerintah yang meningkat dan utang yang tumbuh cepat berkontribusi pada pelemahan dolar. Ini menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi aset alternatif seperti bitcoin. Sejak serangan AS ke Iran, bitcoin naik 3,6% karena investor mengalihkan dana dari pasar saham ke aset non-dollar. Pemerintah AS berpotensi meningkatkan pengeluaran defisit untuk membiayai operasi militer. Penunjukan calon ketua Fed yang dovish juga berdampak pada suku bunga yang lebih rendah. Kenaikan harga minyak dan inflasi mungkin terjadi, tetapi dalam kondisi stagflasi, kebijakan bisa lebih fokus pada stabilitas keuangan. Suku bunga rendah dan utang yang meningkat akan meningkatkan likuiditas. Kondisi-kondisi ini diprediksi bakal mendukung kenaikan harga bitcoin secara berkelanjutan.
09 Mar 2026, 23.02 WIB

Bitcoin dan Saham Kripto Bangkit di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Minyak

Pasar kripto rebound setelah koreksi drastis dengan bitcoin naik 2,5% mendekati harga 69.000 USD dan ether melewati level 2.000 USD. Saham terkait kripto seperti Circle dan Strategy juga mencatat kenaikan signifikan, didukung oleh transaksi asuransi stablecoin dan pembelian bitcoin besar-besaran. Harga minyak mentah yang sempat melonjak hingga 120 USD per barel kemudian turun ke 95 USD, menyebabkan pasar saham Amerika Serikat mengalami volatilitas tajam. Nasdaq berhasil bangkit dari penurunan sebesar 2%. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh perang di Iran yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Investor cenderung mencari aset defensif seperti bitcoin di saat ketidakpastian ekonomi global meningkat dan risiko gangguan rantai pasok menyebar. Namun, analis memperingatkan bahwa kenaikan ini bisa bersifat sementara karena tekanan pasar yang masih kuat, terutama pada indeks saham utama seperti S&P 500.
09 Mar 2026, 22.21 WIB

Aon Uji Coba Stablecoin Untuk Pembayaran Premi Asuransi Lebih Cepat

Aon, salah satu broker asuransi terbesar dunia, melakukan uji coba pembayaran premi menggunakan stablecoin. Kolaborasi ini melibatkan Coinbase, Paxos, dan token USDC serta PYUSD pada jaringan Ethereum dan Solana. Ini menandai langkah awal integrasi teknologi blockchain dalam proses pembayaran asuransi. Uji coba ini bertujuan mengatasi keterlambatan sistem kliring bank yang biasanya memakan waktu berhari-hari, terutama untuk transaksi lintas negara. Penggunaan stablecoin menawarkan transfer dana cepat dalam hitungan menit dengan catatan transaksi yang transparan dan aman. Adanya regulasi seperti U.S. Genius Act 2025 juga memberikan kerangka hukum yang jelas bagi pengelola stablecoin. Hasilnya menunjukkan potensi besar stablecoin dalam menyederhanakan dan mempercepat pembayaran di sektor asuransi dan keuangan korporasi. Hal ini dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, sekaligus mempercepat adaptasi teknologi baru di industri tradisional. Ke depan, adopsi stablecoin diprediksi semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan dukungan regulasi.
09 Mar 2026, 21.55 WIB

Hubungan Berlawanan Antara Lonjakan VIX dan Lonjakan Harga Bitcoin

Pasar tradisional sedang mengalami kenaikan volatilitas tajam akibat lonjakan harga minyak global. Indeks VIX yang mengukur rasa takut di pasar saham S&P 500 melonjak di atas 35. Ketika ini terjadi, harga saham dan emas mengalami penurunan, namun Bitcoin justru naik sekitar 5%, menembus harga 69.000 dolar AS. Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin sering mencapai titik terendah saat VIX mengalami lonjakan besar, misalnya saat krisis tarif perdagangan pada April 2025, krisis unwind carry trade yen pada Agustus 2024 dan saat bank Silicon Valley bermasalah pada Maret 2023. Selain itu, volatilitas Bitcoin sendiri sudah memuncak pada fase panic sebelumnya yang ditandai oleh Bitcoin Volmex Implied Volatility Index di angka tinggi. Fenomena ini menunjukkan potensi Bitcoin sebagai aset yang berperilaku berbeda dibandingkan aset tradisional selama masa stres pasar. Meskipun volatilitas tradisional diperkirakan belum berakhir, Bitcoin kemungkinan telah melewati fase panik dan bisa mengalami kenaikan berikutnya selaras dengan gejolak pasar saham.
09 Mar 2026, 19.42 WIB

Bithumb Berpotensi Ditangguhkan 6 Bulan Akibat Pelanggaran KYC dan AML

Bithumb menghadapi pemberitahuan sanksi awal berupa penangguhan parsial operasional selama enam bulan karena pelanggaran regulasi anti pencucian uang dan prosedur Know Your Customer. Ini terkait transaksi dengan bisnis aset virtual asing yang tidak terdaftar di Korea Selatan serta kegagalan kepatuhan internal. Sanksi hanya akan membatasi transfer aset virtual untuk pengguna baru sementara pengguna lama tetap dapat bertransaksi, dan keputusan final akan ditentukan oleh komite sanksi FIU pada bulan ini. Kasus ini mengikuti tindakan regulator sebelumnya terhadap platform lain seperti Upbit dan Korbit dengan sanksi dan denda besar. Langkah pengawasan ketat ini menandakan perlunya platform crypto menjaga standar kepatuhan yang tinggi agar dapat beroperasi legal di pasar domestik. Jika sanksi tersebut diberlakukan, Bithumb berisiko kehilangan kepercayaan pengguna baru dan terdampak pada aktivitas perdagangan.
Setelahnya

Baca Juga

  • PP Tunas Mendunia

  • Duel Raksasa Tambang: Bitcoin & AI

  • Gebrakan Teknologi Tiongkok

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Bitcoin di Pusaran Tensi Global

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar