Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

Share

Kumpulan artikel ini mengulas dinamika pasar kripto, terutama Bitcoin, yang dipengaruhi oleh keputusan penambang publik menjual aset demi pendanaan AI, aliran masuk dan keluar ETF, tekanan likuiditas serta gejolak geopolitik seperti konflik di Iran. Selain itu, perkembangan token altcoin dan strategi institusional turut menambah kompleksitas pergerakan pasar.

09 Mar 2026, 19.42 WIB

Bithumb Berpotensi Ditangguhkan 6 Bulan Akibat Pelanggaran KYC dan AML

Bithumb Berpotensi Ditangguhkan 6 Bulan Akibat Pelanggaran KYC dan AML
Bithumb menghadapi pemberitahuan sanksi awal berupa penangguhan parsial operasional selama enam bulan karena pelanggaran regulasi anti pencucian uang dan prosedur Know Your Customer. Ini terkait transaksi dengan bisnis aset virtual asing yang tidak terdaftar di Korea Selatan serta kegagalan kepatuhan internal. Sanksi hanya akan membatasi transfer aset virtual untuk pengguna baru sementara pengguna lama tetap dapat bertransaksi, dan keputusan final akan ditentukan oleh komite sanksi FIU pada bulan ini. Kasus ini mengikuti tindakan regulator sebelumnya terhadap platform lain seperti Upbit dan Korbit dengan sanksi dan denda besar. Langkah pengawasan ketat ini menandakan perlunya platform crypto menjaga standar kepatuhan yang tinggi agar dapat beroperasi legal di pasar domestik. Jika sanksi tersebut diberlakukan, Bithumb berisiko kehilangan kepercayaan pengguna baru dan terdampak pada aktivitas perdagangan.
09 Mar 2026, 19.23 WIB

Departemen Keuangan AS Akui Mixer Kripto Bisa untuk Privasi Legal selain Kriminal

Departemen Keuangan AS Akui Mixer Kripto Bisa untuk Privasi Legal selain Kriminal
Departemen Keuangan AS mengubah sikap terkait mixer kripto dengan mengakui penggunaannya untuk tujuan privasi yang sah selain penggunaan kriminal. Perubahan ini tercermin dalam laporan terkait implementasi Genius Act yang menyoroti fungsi mixer dalam melindungi transaksi dari pelacakan di blockchain publik. Mixer seperti Tornado Cash pernah menghadapi sanksi karena dianggap membantu pencucian uang dari kelompok peretas Lazarus Korea Utara. Namun, setelah tantangan hukum dan putusan pengadilan, sanksi tersebut dicabut meskipun pendiri mixer tetap menghadapi tuntutan hukum dari jaksa. Laporan tersebut tetap menegaskan perlunya kontrol anti pencucian uang yang kuat di dunia aset digital dan mendukung penggunaan teknologi privasi yang didesain dengan mekanisme kepatuhan. Departemen Keuangan juga mendorong Kongres untuk memperjelas regulasi DeFi dan mengembangkan alat identitas digital yang menjaga privasi dan kepatuhan.
09 Mar 2026, 18.38 WIB

Bitcoin Naik Saat Konflik Timur Tengah, Berhasil Kalahkan Emas dan Saham

Bitcoin Naik Saat Konflik Timur Tengah, Berhasil Kalahkan Emas dan Saham
Bitcoin menunjukkan kenaikan sekitar 3,5% sejak konflik Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dimulai, sementara aset safe haven seperti emas dan perak justru mengalami penurunan. Saham teknologi juga mengalami koreksi tetapi bitcoin mampu outperform mayoritas aset utama dalam masa ketidakpastian ini. Data pasar menunjukkan bahwa posisi leverage berisiko dalam perdagangan bitcoin telah berkurang, menciptakan pasar yang lebih stabil dan didukung oleh permintaan spot. Kembalinya premium Coinbase dan aliran dana ke ETF spot menandakan investor institusional mulai masuk kembali ke pasar crypto pada harga yang dianggap menarik. Situasi ini memberikan sinyal bahwa bitcoin bisa menjadi aset lindung nilai alternatif di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar tradisional. Jika minat institusional terus tumbuh, stabilisasi harga bitcoin kemungkinan akan terjadi meskipun ancaman eksternal belum mereda.
09 Mar 2026, 18.24 WIB

Bitcoin Tetap Stabil di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Lonjakan Harga Minyak

Bitcoin Tetap Stabil di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Lonjakan Harga Minyak
Bitcoin dan pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan meski harga minyak melonjak di atas 100 dolar dan saham AS mengalami penurunan. Harga bitcoin stabil dalam rentang 60.000 hingga 75.000 dolar dan naik sekitar 3% sejak pagi waktu Asia. Pembuat pasar bitcoin berada dalam posisi short gamma di level harga utama, yang berarti mereka akan memperbesar volatilitas jika harga menembus batas atas atau bawah rentang tersebut. Indeks volatilitas bitcoin relatif stabil, berbeda dengan indeks volatilitas di pasar tradisional yang melonjak. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar bitcoin saat ini tengah dalam fase ketenangan yang rapuh, dan kemungkinan besar volatilitas akan meningkat jika harga keluar dari kisaran stabil ini. Investor dan pedagang harus siap dengan potensi pergerakan harga yang tiba-tiba mengingat posisi hedging yang sudah dilakukan.
09 Mar 2026, 17.48 WIB

Data Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah Pengaruhi Pasar Kripto Minggu Ini

Data Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah Pengaruhi Pasar Kripto Minggu Ini
Data inflasi Amerika Serikat menjadi fokus utama yang dinantikan minggu ini dan dapat mengubah ekspektasi terhadap suku bunga Fed serta sentimen pasar. Konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran meningkatkan risiko geopolitik yang membuat pasar komoditas dan bitcoin jadi sangat volatil. Bitcoin gagal mempertahankan harga di atas 70.000 dolar AS minggu lalu di tengah kondisi pasar yang tidak pasti. Para pedagang juga mengamati harga minyak sebagai indikator utama dampak perang di Timur Tengah terhadap inflasi di AS. Selain itu, beberapa proyek kripto seperti Solstice, Kamino, dan Succinct akan mengumumkan produk baru yang dapat menarik perhatian pasar. Namun, detail pengumuman produk tersebut masih dirahasiakan, menambah ketegangan dan spekulasi di pasar. Penting bagi para investor untuk memantau data inflasi, perkembangan geopolitik, dan pengumuman produk baru dari proyek kripto agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat. Jika kondisi politik dan inflasi memburuk, pasar kripto kemungkinan tetap volatile dan berpotensi turun lebih dalam. Sebaliknya, inovasi produk kripto yang muncul bisa memberikan peluang baru di tengah ketidakpastian tersebut.
09 Mar 2026, 17.37 WIB

Bitcoin Menguat Saat Pasar Global Turun dan Minyak Melonjak ke Level Tertinggi

Bitcoin mengalami kenaikan 2,8% setelah pasar futures global mengalami penurunan. Indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 futures turun lebih dari 1,5% sementara harga minyak melonjak hingga 115 dolar AS per barel. Emas dan perak juga mengalami penurunan, menunjukan investasi tradisional tengah melemah. Sentimen positif terhadap Bitcoin terkait ketahanan terhadap konflik geopolitik seperti perang di Iran dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Trading firm QCP menyoroti semakin relevannya Bitcoin sebagai pelarian digital, terutama di negara-negara Teluk yang mengalami ketidakstabilan mata uang dan politik. Pasar kripto menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peningkatan minat terhadap Bitcoin menunjukkan potensi pergeseran pola investasi global ke aset digital dalam menghadapi gejolak pasar dan geopolitik. Bitcoin mulai dipandang sebagai alternatif aman untuk lindung nilai di wilayah yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Ini berimplikasi pada semakin besarnya peran kripto di masa depan pasar finansial.
09 Mar 2026, 17.14 WIB

Kenapa Harga Bitcoin Stabil Saat Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Konflik antara Iran, AS, dan Israel memicu kenaikan harga minyak di atas 100 dolar AS per barel yang menimbulkan kecemasan inflasi global. Meskipun pasar Asia dan Eropa terpukul keras, pasar saham AS dan bitcoin tetap relatif stabil sejauh ini. Pasar saham AS menahan tekanan karena negara tersebut adalah eksportir minyak bersih dengan ketergantungan minyak Timur Tengah yang minim, sementara bitcoin mengikuti pergerakan saham teknologi dan Nasdaq. Umpan balik kebijakan Trump juga turut menguatkan hubungan bitcoin dengan pasar keuangan AS. Stabilnya bitcoin menandakan aset ini semakin menjadi indikator risiko pasar AS daripada aset bebas risiko global. Jika konflik dan harga minyak berlangsung lama, risiko inflasi dan dampak terhadap konsumen AS bisa meningkat bersamaan dengan volatilitas pasar keuangan yang lebih besar.
09 Mar 2026, 15.44 WIB

Rancangan Regulasi Aset Digital AS: Bank Butuh Kepastian Lebih dari Kripto

Rancangan undang-undang Digital Asset Market Clarity Act di AS bertujuan mengatur aset digital dan memberikan kepastian regulasi, namun macet sejak Januari akibat perdebatan soal pembayaran hadiah stablecoin. Bank dan perusahaan kripto saling bertentangan dalam hal ini, masing-masing melihat risiko dan peluang berbeda. Gagalnya regulasi ini mengakibatkan ketidakpastian yang menahan investasi dalam infrastruktur digital baru. Bank khawatir pemberian hadiah kepada pemegang stablecoin bisa menyebabkan arus modal keluar dari bank mereka, sementara perusahaan kripto seperti Coinbase mendorong kebebasan untuk terus bereksperimen dengan stablecoin dalam pembayaran global. Para pemimpin bank, termasuk CEO JPMorgan Jamie Dimon, menginginkan perlakuan yang setara dan kepastian regulasi sebelum berinvestasi. Pemerintah Trump juga menyatakan ketidaksabaran terhadap penundaan regulasi ini. Menurut Christopher Giancarlo, jika bank menolak regulasi yang disepakati, inovasi pengembangan stablecoin dan ekosistem kripto akan pindah ke luar negeri dan melemahkan posisi bank AS dalam pembayaran digital global. Meskipun peluang pengesahan sekitar 60%, masih banyak isu yang harus diselesaikan agar rancangan undang-undang ini bisa berjalan. Ketidakjelasan ini dapat mendorong pembentukan regulasi di negara lain yang lebih memberikan ruang dan kepastian.
09 Mar 2026, 15.04 WIB

Lonjakan Perdagangan Kripto di Jepang Saat Pasar Saham Asia Terjun Bebas

Pasar saham Asia mengalami penurunan tajam akibat lonjakan harga minyak dan ketegangan geopolitik, memicu lonjakan volume perdagangan kripto di bursa Jepang Bitflyer. Data menunjukkan aktivitas perdagangan di Bitflyer meningkat 200%, jauh melampaui platform global seperti Coinbase dan Binance. Korea Selatan dan Taiwan juga mengalami penurunan pasar saham yang signifikan meski kenaikan volume kripto di bursa mereka lebih kecil, dengan Korea Selatan mengalami penurunan pasar terparah sebesar 8%. Ketergantungan besar pada impor energi dari Timur Tengah menjadi faktor utama volatilitas pasar di wilayah tersebut. Kenaikan volume perdagangan kripto di Jepang menunjukkan pergeseran minat investor menuju aset digital selama tekanan pasar tradisional, dengan bitcoin menguat paling tinggi terhadap yen Jepang. Pertumbuhan ini diperkirakan dapat berlanjut hingga pasar saham mulai stabil kembali.
09 Mar 2026, 14.41 WIB

G7 Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Hadang Harga Minyak di Tengah Konflik Iran

Pasar minyak kripto mengalami volatilitas tinggi saat harga kontrak minyak mentah tokenized di Hyperliquid melonjak hingga Rp 1.97 juta ($118) dan kemudian turun ke Rp 171.73 juta ($102,83) . Harga ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi perang di Timur Tengah dan rencana pelepasan cadangan minyak darurat oleh kelompok G7. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Saudi Arabia memperparah gangguan pasokan minyak dengan turunnya produksi Irak hingga 60% dan terhambatnya lalu lintas tanker di Selat Hormuz. G7 bersama IEA membahas intervensi dengan rencana pelepasan cadangan minyak untuk mengantisipasi dampak krisis tersebut. Rencana pelepasan cadangan minyak ini jika terealisasi akan menjadi langkah koordinasi terbesar sejak perang Rusia-Ukraina 2022, dan berpotensi menstabilkan pasar minyak global meskipun risiko jangka panjang tetap besar jika jalur pengiriman utama tetap tertutup.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

  • Pionir Material dan Energi Cerdas

  • Dominasi Hipersonik & Maritim

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Asisten AI Tanpa Batas

  • Waspada Penipuan Digital

  • Jejak Tata Surya Purba

  • Kebangkitan Semikonduktor Tiongkok

  • Kebangkitan Raksasa EV China