Pasar saham Korea Selatan, diwakili indeks KOSPI, anjlok sekitar 20% dalam dua hari setelah kenaikan luar biasa hampir 180% selama 10 bulan. Penurunan ini terkait dengan ketegangan geopolitik dan runtuhnya bubble spekulasi pada saham terkait kecerdasan buatan.
Investor ritel di Korea sangat aktif di pasar saham dan cryptocurrency, sering berganti fokus ketika salah satu pasar melemah. Bitcoin dan beberapa aset kripto utama naik lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir, didukung oleh peningkatan volume perdagangan walaupun belum setinggi lonjakan spekulatif sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika pasar saham melemah, perhatian investor ritel bergeser ke pasar kripto dengan risiko yang tetap tinggi. Meskipun Kimchi Premium saat ini rendah, tren ini bisa berlanjut jika ketegangan geopolitik tidak mereda, memperkuat perputaran modal di antara aset-aset spekulatif.