Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Gejolak Bitcoin: Konflik & Minyak

Share

Kumpulan artikel ini mengulas fluktuasi harga Bitcoin dan pasar kripto yang dipengaruhi ketegangan Timur Tengah, kenaikan harga minyak, serta memudarnya harapan pemangkasan suku bunga. Selain itu, dibahas pula peran stablecoin dalam pengamanan sanksi, inovasi AI di sektor penambangan, peluncuran produk futures, dan dinamika pembelian serta penjualan institusional.

10 Mar 2026, 13.14 WIB

Mengapa Harga Bitcoin Tetap Stabil Saat Perang Iran dan Harga Minyak Melonjak

Mengapa Harga Bitcoin Tetap Stabil Saat Perang Iran dan Harga Minyak Melonjak
Konflik di Iran dan lonjakan harga minyak dunia memicu gejolak pasar saham global, tetapi Bitcoin justru menguat sekitar 4% selama bulan ini. Permintaan Bitcoin tetap kuat karena aktivitas pembelian besar melalui perdagangan OTC serta akumulasi oleh institusi besar. Beberapa institusi besar, termasuk MSTR, secara agresif menambah kepemilikan Bitcoin mereka sementara ETF Bitcoin di AS mencatat aliran masuk dana signifikan, menunjukkan kepercayaan yang meningkat pada aset kripto. Strategi trading seperti carry trade antara saham MSTR dan Bitcoin juga semakin populer sebagai cara melindungi risiko dan mendapatkan keuntungan. Dengan pasokan Bitcoin yang semakin terbatas dan permintaan institusional yang terus bertambah, Bitcoin diperkirakan akan tetap menjadi aset penting dalam portofolio investor terutama saat ketidakpastian global terus berlanjut.
10 Mar 2026, 12.51 WIB

Bhutan Mulai Jual Bitcoin Miliknya Secara Terencana dan Konsisten

Bhutan Mulai Jual Bitcoin Miliknya Secara Terencana dan Konsisten
Bhutan, melalui badan investasi negara Druk Holding and Investments, telah mulai menjual bitcoin yang ditambangnya menggunakan energi hidroelektrik surplus sejak awal 2021. Total kepemilikan bitcoin mencapai puncak sekitar 13.000 BTC pada akhir 2024, namun kemudian mulai mengalami penurunan drastis. Data menunjukkan penjualan pada Februari dan April 2026 mencapai total sekitar 42,5 juta USD dengan transaksi besar menuju alamat yang sama dan ke QCP Capital sebagai pihak OTC. Aktivitas ini menggambarkan penjualan terencana dengan tujuan manajemen likuiditas dan bukan respons reaktif terhadap fluktuasi harga bitcoin. Penurunan kepemilikan dan nilai bitcoin merupakan dampak tambahannya, dari sekitar 1,5 miliar USD turun menjadi sekitar 374 juta USD saat ini. Bhutan juga mengalokasikan sebagian bitcoin untuk membiayai proyek Gelephu Mindfulness City sebagai langkah mengintegrasikan aset digital ke pembangunan ekonomi.
10 Mar 2026, 11.42 WIB

Optimisme Gencatan Senjata Dorong Rebound Kripto, Pantau Level Kunci Ethereum

Optimisme Gencatan Senjata Dorong Rebound Kripto, Pantau Level Kunci Ethereum
Pasar kripto mengalami rebound pada hari Selasa dengan Ether naik 2,6% ke atas Rp 33.40 ribu ($2.000) dan Solana memimpin pemulihan meskipun masih jauh dari level puncak tahun sebelumnya. Katalis utama adalah optimisme penyelesaian konflik Iran yang disampaikan oleh Donald Trump, yang mendorong sentimen positif di pasar risiko. Investor institusional tetap aktif dengan dana kripto mengalami aliran masuk sebesar Rp 10.34 triliun ($619 juta) , terutama ke produk Bitcoin. Pasar saham mengalami volatilitas tinggi, termasuk kerugian besar di S&P 500 dan data ekonomi yang lemah, namun aliran modal ke kripto menunjukkan adanya demand strategis walau harga berfluktuasi. Pertemuan Federal Reserve pada pertengahan Maret akan menjadi momen penentu bagi pasar kripto, karena sikap hawkish soal kenaikan suku bunga dapat memperberat tekanan terhadap aset berisiko seperti altcoin. Ethereum di level Rp 33.40 ribu ($2.000) hingga Rp 41.75 miliar ($2.500 m) enjadi zona penting yang menunjukan apakah tren pemulihan benar-benar berlanjut.
10 Mar 2026, 10.32 WIB

Bitcoin Melonjak Kembali di Atas 70 Ribu Usai Krisis Energi Mereda

Bitcoin Melonjak Kembali di Atas 70 Ribu Usai Krisis Energi Mereda
Bitcoin berhasil bangkit dan kembali melampaui harga 70.000 dolar setelah sempat terjun ke kisaran 65.000 dolar akibat kekhawatiran gangguan pasar energi global. Pemulihan ini terjadi setelah volatilitas di pasar energi mulai menurun dan investor mencerna berita geopolitik terkini. Permintaan institusional terhadap Bitcoin tetap kuat, terbukti dari arus masuk dana ke ETF spot Bitcoin yang mencapai ratusan juta dolar setiap minggunya. Analis juga mencatat Bitcoin menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan dengan saham dan beberapa aset lindung nilai tradisional pada saat guncangan awal pasar. Indikator onchain dan derivatif mengindikasikan pasar Bitcoin mulai stabil meski sentimen pasar dan partisipasi spekulatif masih belum sepenuhnya pulih. Pasar prediksi juga menjadi lebih optimistis dengan peluang Bitcoin mencapai 75.000 dolar pada bulan Maret semakin meningkat.
10 Mar 2026, 07.11 WIB

Persaingan Agenda Trump Mengancam Regulasi Kripto AS dan RUU Pemilu Kontroversial

Persaingan Agenda Trump Mengancam Regulasi Kripto AS dan RUU Pemilu Kontroversial
Presiden Donald Trump menyatakan tak akan menandatangani undang-undang apapun sampai RUU SAVE America yang mengatur persyaratan pemilih disetujui. RUU ini mencakup identifikasi pemilih yang ketat dan aturan lain seperti pelarangan atlet transgender di olahraga wanita. Hal ini mengancam regulasi kripto yang sedang diperjuangkan lewat Digital Asset Market Clarity Act. RUU kripto sudah melewati Komite Pertanian Senat dan tinggal menunggu pembahasan di Komite Perbankan Senat agar bisa dibawa ke pemungutan suara di Senat. Namun, Trump yang memberikan prioritas pada RUU pemilu menunda persetujuan undang-undang lain termasuk regulasi aset digital. Para penyokong kripto harus menghadapi ketidakpastian besar sebelum legislasi disahkan. Konflik ini menggambarkan bagaimana kepentingan politik atas pengaturan pemilu besar mempengaruhi proses legislasi penting di bidang teknologi dan keuangan. Keputusan Trump akan menentukan apakah pasar aset digital AS akan mendapatkan regulasi yang jelas dan mendukung inovasi atau tertunda lebih lama sampai setelah pemilu paruh waktu.
10 Mar 2026, 03.50 WIB

Saham Circle Melonjak 86% karena Konflik Timur Tengah dan Short Squeeze

Saham Circle (CRCL) naik signifikan 10% dalam sehari dan sudah meningkat 86% dalam sebulan. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya konflik di Iran, yang memicu kenaikan harga minyak mentah sebesar 35% sejak akhir Februari. Lonjakan harga minyak meningkatkan tekanan inflasi dan mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga the Fed, menguntungkan penerbit stablecoin seperti Circle yang mendapatkan yield lebih tinggi dari suku bunga tersebut. Hedge fund yang melakukan posisi short besar-besaran sebelum laporan keuangan Circle ikut berkontribusi pada lonjakan harga melalui short squeeze. Dengan posisi short interest sebesar 13%, pergerakan saham Circle dipicu oleh faktor teknikal dan geopolitik, bukan hanya fundamental perusahaan. Jika konflik dan harga minyak tetap tinggi, saham ini kemungkinan akan terus bergerak volatile dan potensial menguntungkan bagi investor yang waspada.
10 Mar 2026, 02.51 WIB

Perang Iran Bisa Segera Berakhir, Pasar Saham dan Kripto Meroket, Minyak Anjlok

Presiden Trump mengumumkan bahwa perang dengan Iran dapat segera berakhir lebih cepat dari perkiraan empat hingga lima minggu. Pernyataan ini memberikan dorongan positif ke pasar setelah gejolak pasar yang tajam sebelumnya. Pasar saham utama seperti Nasdaq naik 1,25% dan S&P 500 naik 0,8%, sementara Bitcoin naik 2,4% menembus angka hampir 69.000 dolar. Saham perusahaan kripto seperti Circle, Strategy, dan Coinbase juga mengalami kenaikan signifikan. Harga minyak WTI yang sempat melonjak hingga 120 dolar AS per barel pada hari Minggu, kemudian turun drastis ke angka 85 dolar AS per barel. Kondisi ini menunjukkan reaksi pasar yang sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
09 Mar 2026, 23.07 WIB

Konflik AS-Iran Bisa Dorong Harga Bitcoin Naik Karena Dewasa Ini

Potensi konflik berkepanjangan antara AS dan Iran dapat mendorong permintaan bitcoin. Pengeluaran pemerintah yang meningkat dan utang yang tumbuh cepat berkontribusi pada pelemahan dolar. Ini menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi aset alternatif seperti bitcoin. Sejak serangan AS ke Iran, bitcoin naik 3,6% karena investor mengalihkan dana dari pasar saham ke aset non-dollar. Pemerintah AS berpotensi meningkatkan pengeluaran defisit untuk membiayai operasi militer. Penunjukan calon ketua Fed yang dovish juga berdampak pada suku bunga yang lebih rendah. Kenaikan harga minyak dan inflasi mungkin terjadi, tetapi dalam kondisi stagflasi, kebijakan bisa lebih fokus pada stabilitas keuangan. Suku bunga rendah dan utang yang meningkat akan meningkatkan likuiditas. Kondisi-kondisi ini diprediksi bakal mendukung kenaikan harga bitcoin secara berkelanjutan.
09 Mar 2026, 23.02 WIB

Bitcoin dan Saham Kripto Bangkit di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Minyak

Pasar kripto rebound setelah koreksi drastis dengan bitcoin naik 2,5% mendekati harga 69.000 USD dan ether melewati level 2.000 USD. Saham terkait kripto seperti Circle dan Strategy juga mencatat kenaikan signifikan, didukung oleh transaksi asuransi stablecoin dan pembelian bitcoin besar-besaran. Harga minyak mentah yang sempat melonjak hingga 120 USD per barel kemudian turun ke 95 USD, menyebabkan pasar saham Amerika Serikat mengalami volatilitas tajam. Nasdaq berhasil bangkit dari penurunan sebesar 2%. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh perang di Iran yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Investor cenderung mencari aset defensif seperti bitcoin di saat ketidakpastian ekonomi global meningkat dan risiko gangguan rantai pasok menyebar. Namun, analis memperingatkan bahwa kenaikan ini bisa bersifat sementara karena tekanan pasar yang masih kuat, terutama pada indeks saham utama seperti S&P 500.
09 Mar 2026, 22.21 WIB

Aon Uji Coba Stablecoin Untuk Pembayaran Premi Asuransi Lebih Cepat

Aon, salah satu broker asuransi terbesar dunia, melakukan uji coba pembayaran premi menggunakan stablecoin. Kolaborasi ini melibatkan Coinbase, Paxos, dan token USDC serta PYUSD pada jaringan Ethereum dan Solana. Ini menandai langkah awal integrasi teknologi blockchain dalam proses pembayaran asuransi. Uji coba ini bertujuan mengatasi keterlambatan sistem kliring bank yang biasanya memakan waktu berhari-hari, terutama untuk transaksi lintas negara. Penggunaan stablecoin menawarkan transfer dana cepat dalam hitungan menit dengan catatan transaksi yang transparan dan aman. Adanya regulasi seperti U.S. Genius Act 2025 juga memberikan kerangka hukum yang jelas bagi pengelola stablecoin. Hasilnya menunjukkan potensi besar stablecoin dalam menyederhanakan dan mempercepat pembayaran di sektor asuransi dan keuangan korporasi. Hal ini dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, sekaligus mempercepat adaptasi teknologi baru di industri tradisional. Ke depan, adopsi stablecoin diprediksi semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan dukungan regulasi.
Setelahnya

Baca Juga

  • Kripto di Pusaran Konflik & Regulasi

  • PP Tunas Mendunia

  • Lanskap AI Global

  • Arsenal Militer Generasi Baru

  • Waspada Penipuan Digital

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026