Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

Share

Kumpulan artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin yang dipicu oleh ketegangan geopolitik Iran, tekanan makroekonomi seperti lonjakan harga minyak dan greenback, serta pergeseran strategi penambang ke AI dan kebijakan ETS/CFTC. Dinamika likuiditas, short-covering, inflow ETF, dan penjualan institusional juga menjadi sorotan utama dalam mengurai pergerakan pasar crypto terkini.

05 Mar 2026, 20.52 WIB

Core Scientific Raih Dana Rp14,5 Triliun Untuk Percepat Infrastruktur AI

Core Scientific Raih Dana Rp14,5 Triliun Untuk Percepat Infrastruktur AI
Core Scientific mendapatkan dana hingga 1 miliar dolar dari Morgan Stanley untuk mendukung pembangunan infrastruktur pusat data mereka. Pinjaman awal sebesar 500 juta dolar sudah dilakukan dengan opsi penambahan hingga 1 miliar dolar. Dana ini penting untuk mempercepat proyek yang mendekati kesiapan layanan. Pinjaman akan dikenakan bunga berdasarkan SOFR + 2,50%. Dana akan digunakan untuk pembelian peralatan, biaya proyek tahap awal, pembelian lahan, dan perjanjian pasokan energi. CEO Adam Sullivan menyatakan dana ini akan membantu memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat terkait pengembangan AI. setelah penjualan bitcoin senilai 175 juta dolar, Core Scientific fokus pada transformasi infrastruktur AI. Saham perusahaan turun sekitar 1% di perdagangan pre-market, menandakan tantangan pasar. Namun, pendanaan ini diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan dan ekspansi perusahaan ke masa depan.
05 Mar 2026, 19.19 WIB

Bitcoin Melonjak Bersamaan dengan Dolar AS di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Bitcoin Melonjak Bersamaan dengan Dolar AS di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Bitcoin melonjak lebih dari 10% setelah pecahnya perang di Timur Tengah dan hampir mencapai harga 74.000 dolar AS. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS yang cukup signifikan, pola yang sebelumnya tidak biasa dalam sejarah pasar kripto. Harga Bitcoin yang menguat disertai dengan peningkatan permintaan dari investor AS, terbukti dari premium indeks Coinbase yang naik ke level tertinggi sejak Desember. Selain itu, token besar lain seperti Ether, XRP, dan Solana juga mengalami kenaikan signifikan. Penting untuk mencermati laporan makro-ekonomi AS yang akan datang serta risiko geopolitik yang dapat memicu volatilitas pasar kripto lebih dalam. Penembusan harga Bitcoin ke atas 74.000 dolar AS dapat memperkuat kepercayaan investor, namun ancaman konflik di Timur Tengah tetap menjadi risiko utama.
05 Mar 2026, 18.39 WIB

Bitcoin Stabil di Atas 70 Ribu Saat Dunia Tunggu Kesepakatan Iran-AS

Bitcoin Stabil di Atas 70 Ribu Saat Dunia Tunggu Kesepakatan Iran-AS
Pasar cryptocurrency mengalami konsolidasi pada hari Kamis setelah lonjakan harga bitcoin dan ether yang kecil di hari sebelumnya. Bitcoin bertahan di atas level penting 70.000 dolar AS namun belum mencapai 80.000 dolar AS seperti yang diprediksi beberapa analis. Ether juga mencatat kenaikan kurang dari 1%, menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati setelah lonjakan besar. Laporan bahwa Iran diam-diam menghubungi Amerika Serikat untuk negosiasi perdamaian yang bisa membatasi produksi misilnya membawa sentimen positif ke pasar global. Akibatnya, dolar AS melemah meskipun indeks dolar (DXY) masih menunjukkan kenaikan 3,5% sejak Januari 2024, yang menunjukkan adanya ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve. Ketegangan geopolitik di kawasan seperti Selat Hormuz berpotensi memengaruhi inflasi dan kebijakan moneter AS. Hubungan yang rumit antara kekuatan dolar AS dan harga bitcoin tetap menjadi fokus utama investor, karena biasanya bitcoin bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Jika kondisi geopolitik membaik dan dolar berhasil melemah, harga bitcoin berpotensi naik lebih tinggi. Namun, volatilitas tetap ada mengingat pengaruh kebijakan Fed dan situasi global pada market crypto.
05 Mar 2026, 18.30 WIB

Dewan American Bitcoin Beli Saham Massal Saat Harga Bitcoin Terjun Bebas

Dewan American Bitcoin Beli Saham Massal Saat Harga Bitcoin Terjun Bebas
Dua anggota dewan American Bitcoin, Justin Mateen dan Richard Busch, membeli saham perusahaan secara terbuka setelah laporan keuangan kuartal keempat 2025. Pembelian saham ini merupakan yang pertama setelah jendela perdagangan dibuka pasca pengumuman hasil keuangan. Perusahaan mengalami kerugian sebesar 59 juta dolar akibat penurunan harga bitcoin yang signifikan. American Bitcoin kini memiliki lebih dari 6.500 BTC dan baru saja menambah 11.298 mesin penambang ASIC untuk meningkatkan kapasitas penambangan sebesar 12%. Langkah pembelian saham oleh anggota dewan menunjukkan kepercayaan pada masa depan perusahaan meskipun harga saham anjlok. Penambahan peralatan baru diperkirakan dapat mendorong efisiensi dan memperkuat posisi perusahaan di pasar bitcoin yang sangat kompetitif.
05 Mar 2026, 18.07 WIB

Chamath Palihapitiya: Bitcoin Gagal Penuhi Kebutuhan Bank Sentral Sebagai Cadangan

Chamath Palihapitiya: Bitcoin Gagal Penuhi Kebutuhan Bank Sentral Sebagai Cadangan
Chamath Palihapitiya mengemukakan bahwa bitcoin menghadapi kegagalan struktural yang membatasi adopsi jangka panjang oleh pemerintah dan bank sentral. Bitcoin tidak memenuhi kriteria privasi dan fungibilitas yang penting bagi aset cadangan. Proses transparansi blockchain memungkinkan jejak transaksi yang melemahkan kemampuan bitcoin menjadi aset yang benar-benar indistinguishable. Hingga kini, hanya Czech National Bank yang secara terbuka membeli bitcoin sebagai aset cadangan, sementara sebagian besar bank sentral masih mengandalkan emas. Emas dipandang lebih memenuhi kriteria privasi dan fungibilitas karena sifat fisiknya yang identik dan anonim. Palihapitiya juga menyebut potensi inovasi digital seperti stablecoin yang bisa membawa solusi terhadap keterbatasan bitcoin. Implikasi utama adalah bitcoin mungkin tidak akan mengalami peningkatan pasar besar yang didominasi oleh permintaan bank sentral seperti emas. Sebaliknya, inovasi baru di sektor aset digital dan stablecoin berbasis emas dapat lebih diterima oleh institusi pemerintah. Tren ini bisa mendorong perkembangan keuangan digital yang lebih efisien namun dengan tingkat privasi dan fungibilitas yang lebih baik.
05 Mar 2026, 17.42 WIB

ZeroHash Ajukan Izin Bank Nasional untuk Perkuat Layanan Stablecoin di AS

ZeroHash mengajukan permohonan National Trust Bank Charter ke OCC untuk beroperasi di bawah pengawasan federal. Permohonan ini bertujuan agar perusahaan dapat mengeluarkan stablecoin dan mengelola aset digital dengan perizinan yang jelas. Jika disetujui, ini akan menjadi langkah penting dalam regulasi aset digital di Amerika Serikat. ZeroHash memiliki lisensi di 51 yurisdiksi dan melayani klien besar seperti Morgan Stanley dan Stripe. Dengan charter ini, mereka bisa menghindari aturan berbeda-beda tiap negara bagian dan memperluas layanan secara lebih efisien dalam satu kerangka kerja federal. Perusahaan crypto lain seperti Circle dan Ripple juga sudah mendapatkan persetujuan serupa. Jika disetujui, ZeroHash dapat memperluas layanan stablecoin dan pengelolaan aset digital yang lebih terstandarisasi. Hal ini akan mendukung perkembangan industri crypto dengan regulasi yang lebih jelas dan aman. Proses pengajuan masih dalam tahap peninjauan oleh OCC dan belum ada jadwal keputusan.
05 Mar 2026, 14.50 WIB

Strategi Bullish Bitcoin dengan Opsi: Cara Pintar dan Berisiko Mendanai Posisi

TDX Strategies memperkenalkan strategi bullish risk reversal pada bitcoin yang menggabungkan penjualan put OTM dan pembelian call OTM untuk mendanai posisi bullish tanpa perlu modal besar. Strategi ini memungkinkan trader mendapatkan eksposur terhadap kenaikan harga bitcoin sekaligus mengurangi biaya awal dibanding membeli call langsung. Strategi ini mencerminkan tren pasar lebih canggih menggunakan opsi untuk mengatur risiko dan memperluas modal, dimana penjualan put menghasilkan premi yang dipakai membeli call. Risiko utama adalah jika harga jatuh di bawah strike put, trader wajib membeli bitcoin dengan harga lebih tinggi dari pasar, sedangkan call hanya memberikan keuntungan jika harga rally cukup tinggi. Posisi ini cocok bagi trader berpengalaman yang bisa memantau secara ketat, karena mengandung risiko downside besar di sisi put. Namun, pada saat ketidakpastian pasar seperti konfirmasi pemimpin baru di Iran, strategi ini digunakan sebagai cara taktis memanfaatkan kejatuhan sementara untuk membangun eksposur bullish jangka pendek.
05 Mar 2026, 14.49 WIB

Bitcoin Mendekati Level Kunci Rp 1.24 juta ($74.000) , Pertanda Awal Rally Baru atau Tren Bearish Berlanjut?

Bitcoin kembali melonjak dengan harga yang naik lebih dari 10%, melewati Rp 1.20 juta ($72.000) dan mendekati zona penting antara Rp 1.23 juta ($73.750) hingga Rp 1.24 juta ($74.400) . Lonjakan harga ini didukung oleh arus masuk dana dari ETF yang memberikan optimisme baru bagi pasar kripto. Zona harga tersebut memiliki sejarah sebagai level support dan resistance yang sangat menentukan arah pergerakan harga Bitcoin selama dua tahun terakhir. Pada awal 2024, zona ini sempat menjadi puncak buyer fatigue dan pada tahun sebelumnya menjadi titik pembalikan tren dari downtrend ke uptrend. Hasil pergerakan harga di zona ini akan menentukan apakah Bitcoin akan memulai tren bullish yang kuat atau masih melanjutkan tren bearish. Trader dan investor harus memperhatikan aksi harga secara cermat dalam beberapa hari mendatang untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
05 Mar 2026, 13.42 WIB

Strategi Opsi Bullish Bitcoin dari TDX Strategi untuk Minim Biaya dan Maksimalkan Keuntungan

TDX Strategies mengusulkan strategi bearish Bitcoin yang disebut bullish risk reversal, yang menggabungkan penjualan opsi put dengan pembelian opsi call untuk mengubah profil risiko dengan biaya lebih rendah. Strategi ini memungkinkan trader mendapat eksposur terhadap potensi kenaikan harga tanpa perlu modal besar sebagai pembayaran awal. Strategi ini mengandalkan premi yang diperoleh dari penjualan opsi put out-of-the-money untuk membeli opsi call out-of-the-money, sehingga posisi menjadi hampir tanpa biaya awal. Namun, risiko berada pada kewajiban membeli Bitcoin dengan harga strike put jika harga jatuh di bawah strike tersebut, serta kemungkinan call habis tanpa nilai jika rally mengendur. Pendekatan opsi ini mencerminkan tren pemanfaatan instrumen derivatif canggih di pasar kripto dalam menghadapi volatilitas geopolitik, seperti risiko yang timbul dari konfirmasi Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi. Strategi ini dapat menarik investor yang paham opsi namun berisiko bagi pemula atau mereka yang tidak siap menghadapi potensi kerugian besar di sisi short put.
05 Mar 2026, 13.29 WIB

Bitcoin Capai Rekor Tertinggi Baru di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Timur Tengah

Bitcoin akhirnya menembus harga tertinggi sejak Februari dengan melampaui angka Rp 1.20 juta ($72.000) setelah melewati resistensi berat di level Rp 1.17 juta ($70.000) yang sebelumnya menolaknya beberapa kali. Kenaikan ini dipicu oleh perbaikan sentimen risiko global yang terjadi akibat meredanya ketegangan perang di Timur Tengah dan aliran dana yang kuat ke ETF crypto. Pergerakan pasar juga diikuti oleh kenaikan aset kripto lainnya seperti Ether, Dogecoin, Solana, dan XRP dengan lonjakan signifikan dalam perdagangan di kawasan Asia, khususnya Korea Selatan. Pasar saham Asia menunjukkan rebound tajam setelah minggu-minggu penuh tekanan dari eskalasi konflik yang sebelumnya memicu penurunan besar. Meskipun konflik di Timur Tengah belum usai, pasar mulai memposisikan harga dengan asumsi eskalasi lebih lanjut menjadi kurang mungkin, terutama dengan stabilisasi wilayah Selat Hormuz dan pengawalan tanker AS. Hal ini penting karena memperkecil risiko gangguan pasokan minyak, sehingga menambah kepercayaan investor dalam terus mendorong aset berisiko seperti cryptocurrency.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Pertarungan Global

  • Waspada Penipuan Digital

  • Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

  • Panen THR Ojol 2026

  • Asisten AI Tanpa Batas

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Gym, Tarian & Parkour Robot Humanoid

  • PP Tunas Mendunia

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026