
MiniMax Group, perusahaan AI asal Shanghai, melaporkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 159 persen hingga mencapai 79 juta dolar AS untuk tahun yang berakhir Desember 2025. Ini merupakan laporan keuangan pertama sejak perusahaan melantai di Bursa Hong Kong awal tahun 2026. Pendapatan yang melebihi ekspektasi ini disebabkan oleh permintaan internasional yang meningkat terhadap layanan AI mereka.
Laba kotor MiniMax melonjak 437 persen menjadi 20,1 juta dolar AS, namun perusahaan juga mengalami kerugian total yang meningkat 302 persen mencapai 1,87 miliar dolar AS akibat pengeluaran riset dan pengembangan yang masif. Saham perusahaan sempat turun 1,44 persen ke harga HKRp 1.26 miliar ($752,50) setelah pengumuman hasil tersebut. Bank besar seperti JPMorgan Chase dan UBS merekomendasikan beli saham karena prospek monetisasi model AI yang diposisikan sebagai pilihan lebih murah dibandingkan produk sejenis dari perusahaan AS.
Kinerja MiniMax memiliki implikasi penting untuk industri AI global dimana alternatif layanan AI yang lebih hemat biaya mendapatkan perhatian besar dari investor dan konsumen internasional. Meski mengalami kerugian besar karena investasi R&D, perusahaan berpotensi menguasai pangsa pasar dengan memanfaatkan lonjakan permintaan tersebut dan memperkuat persaingan antara raksasa AI dari AS dan Tiongkok.