TLDR
Kemajuan AI mengubah model bisnis SaaS yang sudah ada, menciptakan tantangan bagi perusahaan tradisional. Model per-seat SaaS mulai mengalami tekanan karena kemampuan AI untuk menggantikan pekerjaan manusia. Investor memperhatikan perubahan ini dengan kekhawatiran, tetapi ada keyakinan bahwa SaaS tidak akan mati, melainkan bertransformasi. Seorang founder menggantikan tim layanan pelanggan dengan agen AI bernama Claude Code yang dapat menulis dan menjalankan perangkat lunak secara otomatis. Investor menganggap ini menandakan pergeseran besar dalam cara perusahaan memilih antara membangun sendiri perangkat lunak atau membeli dari vendor SaaS.Model bisnis SaaS tradisional yang menetapkan harga per kuat pengguna (per seat) mulai runtuh karena satu agen AI bisa menggantikan pekerjaan banyak orang. Harga saham perusahaan SaaS besar seperti Salesforce dan Workday jatuh akibat ketidakpastian akibat kemunculan teknologi AI-coding.Muncul model bisnis baru seperti pembayaran berdasarkan pemakaian atau performa AI, dan startup AI-native tumbuh pesat menantang perusahaan SaaS lama. Investor percaya meski SaaS mengalami koreksi saat ini, model tersebut tidak akan mati tapi harus bertransformasi menjadi lebih adaptif dan efisien.