
Courtesy of TheVerge
CEO Teknologi Diam Saat Kekerasan Imigrasi Meningkat, Karyawan Merasa Takut
Menyoroti sikap diam CEO perusahaan teknologi utama terhadap kekerasan dan penindasan yang dilakukan oleh ICE selama penegakan imigrasi, serta menampilkan ketakutan dan ketidakpuasan yang dirasakan karyawan teknologi terhadap masa depan yang sedang mereka bangun.
11 Feb 2026, 18.00 WIB
105 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kekerasan oleh ICE telah menciptakan ketakutan di kalangan pekerja teknologi.
- CEO perusahaan teknologi cenderung memilih untuk tetap diam daripada mengakui atau menanggapi situasi sosial yang kritis.
- Ada gerakan akar rumput di kalangan pekerja teknologi yang menginginkan perubahan dalam kebijakan perusahaan terhadap kontrak dengan pemerintah.
Minneapolis, Amerika Serikat - Situasi kekerasan dan penindakan imigrasi yang dilakukan oleh ICE dan agen federal di Minneapolis serta berbagai kota di AS membuat para pekerja teknologi merasa tertekan dan takut. Walau kekerasan ini memicu protes publik luas, mayoritas CEO perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan Amazon tetap memilih diam dan tidak mengeluarkan pernyataan yang mendukung karyawan yang terdampak.
Karyawan dari berbagai perusahaan teknologi menyampaikan bahwa mereka merasa budaya perusahaan mengarahkan mereka untuk fokus hanya pada pekerjaan mereka dan tidak membahas isu-isu sosial yang penting. Rasa takut kehilangan pekerjaan menyebabkan para pekerja memilih untuk tetap diam meskipun mereka merasa tidak nyaman dengan kebijakan dan kontrak perusahaan mereka dengan lembaga pemerintah seperti ICE.
Beberapa petinggi perusahaan seperti CEO Apple Tim Cook dan OpenAI Sam Altman mengirim memo internal yang menyerukan meredakan ketegangan, sementara hanya sedikit pemimpin yang berani mengangkat suara secara publik. Hal ini sangat berbeda dengan aksi kolektif tahun 2018 dan dukungan sebelumnya terhadap gerakan hak-hak warga dan keadilan rasial di bidang teknologi.
Ada seruan dari kelompok pekerja dan organisasi seperti ICEout.tech untuk agar perusahaan-perusahaan tersebut mengakhiri kontrak dengan ICE dan menentang kekerasan pemerintah. Petisi dengan ribuan tanda tangan muncul, menuntut langkah nyata dari pimpinan perusahaan untuk menunjukkan sikap mereka secara terbuka dan melindungi karyawannya.
Karyawan menyuarakan kekhawatiran mendalam tentang bagaimana teknologi, terutama AI, bisa digunakan sebagai alat penindasan oleh pemerintah yang otoriter. Mereka merasa terjepit antara pekerjaan dan prinsip moral, serta bertanya-tanya masa depan teknologi yang sedang mereka bangun apakah akan membawa ke arah yang lebih baik atau justru dystopian.
Referensi:
[1] https://theverge.com/ai-artificial-intelligence/876558/tech-workers-ice-resistance-google-microsoft-clear-abbott
[1] https://theverge.com/ai-artificial-intelligence/876558/tech-workers-ice-resistance-google-microsoft-clear-abbott
Analisis Ahli
Jeff Dean
"Mengecam pembunuhan dan menyerukan semua orang tanpa memandang politik untuk menentang kekerasan, menandakan perlunya tanggung jawab sosial di perusahaan teknologi."
Lisa Conn
"Menyoroti dampak ekonomi negatif dari kekerasan pemerintah dan penguatan gerakan karyawan untuk menuntut perubahan pada tingkat perusahaan dan pemerintahan."
Analisis Kami
"Budaya diam yang dipaksakan oleh pimpinan perusahaan menunjukkan ketakutan yang dalam dan kurangnya keberanian moral di tingkat atas teknologi. Perusahaan-perusahaan ini sedang mempertaruhkan kepercayaan karyawan dan publik dengan menjaga hubungan terlalu dekat dengan kekuasaan yang represif, yang berpotensi merusak masa depan inovasi dan nilai-nilai demokrasi."
Prediksi Kami
Jika para CEO teknologi terus memilih diam dan tetap bekerja sama dengan pemerintah yang melakukan kekerasan, akan muncul pemberontakan karyawan yang lebih besar dan boikot konsumen yang bisa menggugat reputasi dan kestabilan perusahaan-perusahaan tersebut.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dirasakan oleh pekerja teknologi terkait respons CEO mereka terhadap kekerasan ICE?A
Pekerja teknologi merasa bahwa mereka disuruh untuk tetap diam dan tidak membuat masalah, sementara CEO mereka tetap diam dalam menghadapi kekerasan ICE.Q
Bagaimana budaya perusahaan di berbagai perusahaan teknologi saat ini?A
Budaya perusahaan saat ini di berbagai perusahaan teknologi digambarkan sebagai budaya ketakutan dan ketidakpastian, di mana pekerja merasa tidak aman untuk berbicara.Q
Apa yang diminta oleh petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 1.000 karyawan Google?A
Petisi tersebut meminta kepemimpinan Google untuk mengakui situasi ini dan secara publik mendesak tanggapan pemerintah yang mendesak.Q
Mengapa tindakan kekerasan oleh ICE memicu protes di banyak kota?A
Tindakan kekerasan oleh ICE telah memicu protes karena banyak orang merasa terancam dan ingin mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan imigrasi.Q
Apa dampak dari ketakutan untuk berbicara di dalam perusahaan terhadap pekerja teknologi?A
Ketakutan untuk berbicara di dalam perusahaan menyebabkan pekerja merasa terasing dan tidak mampu berkontribusi secara maksimal, bahkan merasa tidak berguna.




