Eksekutif Keamanan Siber L3Harris Dijebloskan Penjara karena Jual Alat Hacking ke Rusia
Courtesy of TechCrunch

Eksekutif Keamanan Siber L3Harris Dijebloskan Penjara karena Jual Alat Hacking ke Rusia

Mengungkap skandal pencurian dan penjualan alat peretasan rahasia yang bisa mengancam keamanan global, serta menyajikan dampak dan implikasi dari kebocoran tersebut bagi masyarakat dan pemerintah.

26 Feb 2026, 02.30 WIB
16 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Peter Williams dijatuhi hukuman penjara selama 87 bulan karena mencuri dan menjual alat peretasan.
  • Operasi Zero berperan sebagai broker yang membeli alat peretasan dari individu dan menjualnya ke pengguna yang tidak berwenang.
  • Kejadian ini menyoroti risiko keamanan yang terkait dengan kebocoran alat peretasan dan dampaknya pada perusahaan teknologi.
Washington, Amerika Serikat - Peter Williams, mantan manajer Trenchant di L3Harris, dijatuhi hukuman 87 bulan penjara karena mencuri dan menjual alat peretasan kepada Operation Zero, sebuah firma asal Rusia yang dikenal sebagai broker eksploit berbahaya di dunia. Ia mendapatkan Rp 21.71 miliar ($1,3 juta) dalam bentuk crypto dari penjualan ini selama tahun 2022 hingga 2025.
Trenchant adalah divisi yang mengembangkan alat hacking dan pengawasan untuk pemerintah AS dan sekutunya. Alat-alat ini, berupa zero-day exploits, memungkinkan peretas untuk mengeksploitasi celah keamanan di software populer, seperti iPhone, Android, dan browser web, yang biasanya tidak diketahui oleh pengembangnya.
Sementara kasus ini berhasil diungkap dan pelaku dihukum, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk identitas pasti dari alat peretasan yang dicuri, bagaimana alat tersebut disebarkan, dan siapa yang menggunakannya setelah dijual oleh Operation Zero.
Seorang pegawai lain di L3Harris yang dituduh dan dipecat oleh Williams akhirnya menjadi korban serangan spyware di iPhone pribadinya setelah kasus ini muncul. Dugaan muncul bahwa serangan tersebut mungkin terkait dengan investigasi FBI atau agen intelijen AS, namun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Departemen Keuangan AS kemudian menjatuhkan sanksi kepada Operation Zero dan pendirinya, bersama individu terkait seperti anggota grup Trickbot, yang memperkuat posisi pemerintah AS dalam menangani ancaman nasional dari kebocoran alat hacking ini.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/25/inside-the-story-of-the-us-defense-contractor-who-leaked-hacking-tools-to-russia/

Analisis Ahli

Kim Zetter
"Kasus ini menyoroti risiko besar yang muncul ketika alat hacking tingkat tinggi bocor ke pihak jahat, mengancam keamanan global dan kestabilan teknologi konsumen yang kita gunakan sehari-hari."

Analisis Kami

"Kasus Peter Williams menunjukkan betapa rapuhnya keamanan di dalam perusahaan yang mengembangkan alat siber canggih, meskipun memiliki sistem keamanan yang ketat. Ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan internal dan kerjasama yang lebih erat antara sektor swasta dan pemerintah dalam melindungi teknologi kritikal nasional."

Prediksi Kami

Kasus ini kemungkinan akan meningkatkan ketatnya pengawasan dan regulasi terhadap pengembangan teknologi eksploit dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pemerintah untuk mencegah kebocoran data serta eksploitasi berbahaya di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa Peter Williams dan apa yang dilakukannya?
A
Peter Williams adalah mantan eksekutif L3Harris yang dijatuhi hukuman penjara karena mencuri dan menjual alat peretasan ke perusahaan Rusia.
Q
Apa yang dilakukan oleh Operasi Zero?
A
Operasi Zero adalah broker eksploitasi yang membeli alat peretasan dari individu dan menjualnya kepada pihak ketiga, termasuk negara musuh.
Q
Apa yang menjadi fokus utama dari kasus ini?
A
Fokus utama dari kasus ini adalah kebocoran alat peretasan dan rahasia dagang yang dapat digunakan untuk mengakses jutaan komputer di seluruh dunia.
Q
Bagaimana L3Harris mendeteksi kebocoran rahasia dagang?
A
L3Harris mendeteksi kebocoran rahasia dagang dengan membandingkan data vendor spesifik perusahaan yang ditemukan pada komponen curian.
Q
Apa dampak dari kebocoran alat peretasan ini terhadap perusahaan teknologi seperti Apple dan Google?
A
Kebocoran alat peretasan ini berpotensi membahayakan pengguna perangkat teknologi dan membuat mereka rentan terhadap serangan.