Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Radar Inovasi & GeopeoTek

Share

Kumpulan artikel tentang inovasi teknologi mutakhir, strategi bisnis, dan dinamika geopolitik—mulai dari peluncuran iPhone 17e, baterai EV canggih, aliansi AI-chip, hingga isu pertahanan dan kebijakan di Indonesia serta kancah global.

11 Feb 2026, 19.00 WIB

China Kembangkan Senjata Gelombang Mikro untuk Hancurkan Satelit Starlink Elon Musk

China Kembangkan Senjata Gelombang Mikro untuk Hancurkan Satelit Starlink Elon Musk
China merasa terancam oleh jaringan satelit Starlink milik Elon Musk yang beroperasi di orbit rendah Bumi. Satelit-satelit ini dianggap bisa digunakan oleh Amerika Serikat untuk operasi militer yang bisa merugikan keamanan nasional China, terutama di wilayah konflik seperti Taiwan. Untuk menghadapi ancaman tersebut, ilmuwan China mengembangkan senjata gelombang mikro berdaya tinggi berukuran kecil yang disebut TPG1000Cs. Senjata ini memiliki kemampuan memancarkan daya hingga 20 gigawatt selama hampir satu menit, sebuah inovasi besar dibandingkan perangkat sebelumnya yang hanya dapat beroperasi beberapa detik. TPG1000Cs sangat portabel karena berukuran 4 meter dengan berat sekitar 5 ton, sehingga mudah dipasang di berbagai kendaraan militer seperti truk, kapal perang, hingga pesawat. Senjata ini memungkinkan serangan terarah yang kuat terhadap satelit Starlink yang mengorbit dekat Bumi. China juga telah membuat simulasi serangan dengan menggunakan satelit-satelitnya yang telah dilengkapi dengan laser dan gelombang mikro untuk melacak dan mengganggu satelit Starlink. Pengembangan ini bagian dari strategi China untuk menghadapi kemungkinan penggunaan Starlink dalam konflik militer di masa depan. Dengan kemajuan teknologi ini, China dapat menimbulkan ancaman serius terhadap operasi Starlink dan mempercepat perlombaan pengembangan senjata anti-satelit di dunia. Hal ini dapat memicu ketegangan lebih lanjut antara China dan Amerika Serikat di ruang angkasa.
11 Feb 2026, 09.45 WIB

Domain Ai.com Terjual Rp 1,17 Triliun, dari Modal Rp 1,6 Juta Jadi Investasi Besar

Domain Ai.com Terjual Rp 1,17 Triliun, dari Modal Rp 1,6 Juta Jadi Investasi Besar
Domain ai.com yang kini laku terjual dengan harga fantastis mencapai Rp 1.17 triliun (US$70 juta) atau setara Rp 1,17 triliun, menarik perhatian banyak pihak karena pemilik aslinya hanya membelinya dengan modal Rp 1.67 juta (US$100) atau sekitar Rp 1,6 juta pada tahun 1993. Pemilik lama domain ini adalah Arsyan Ismail, seorang anak berusia 10 tahun asal Malaysia yang membeli domain tersebut menggunakan kartu kredit ibunya tanpa sepengetahuan sang ibu. Alasan di balik pembelian domain tersebut sederhana, yaitu karena inisial ai mewakili nama panjangnya. Sejak usia muda, Arsyan sudah menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan dalam dunia teknologi dan internet. Lima tahun setelah membeli domain ini, ia mulai mengerjakan proyek internet pertama dan kemudian mengembangkan situs jejaring sosial Malaysia bernama Kawanster yang mirip dengan Friendster yang populer di awal 2000-an. Pengalaman di Kawanster membawanya bekerja sebagai pengembang senior di Friendster dan menjadi pendukung awal Bitcoin serta terlibat dalam proyek bernilai tinggi terkait teknologi kripto sejak 2014. Domain ai.com sendiri kemudian dibeli kembali oleh Kris Marszalek, pendiri dan CEO Crypto.com pada April 2025 dengan harga luar biasa mahal yang memecahkan rekor pembelian domain sebelumnya. Ia menggunakan domain ini untuk iklan Super Bowl LX berdurasi 30 detik yang tayang pada akhir minggu lalu. Iklan tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang sehingga situs mengalami lonjakan trafik yang sangat tinggi hingga menimbulkan gangguan layanan selama beberapa jam. Tim pun mengakui bahwa tingginya traffic ini belum pernah terjadi sebelumnya meski sudah dipersiapkan. Penjualan dan iklan besar ini menandai tren baru dalam investasi teknologi dan branding di dunia digital, khususnya yang berhubungan dengan kecerdasan buatan dan aset kripto. Nilai domain yang semula dianggap sepele kini menjadi aset super mahal yang menunjukkan betapa pentingnya inovasi dan kejelian melihat peluang di era digital.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Gelombang AI dan Intrik Teknologi

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Inovasi Global & Dinamika Nusantara

  • Galaksi Inovasi & Kebijakan

  • Radar Inovasi & GeopeoTek

  • Arena Kecerdasan Buatan Global

  • Radar Inovasi Harian

  • Teknologi Frontier: Sains, Energi & Keamanan

  • Mengapa Indeks Hang Seng Tech Berkinerja Buruk Sementara Saham AI Melonjak?

  • Spektrum AI: Wearable hingga Data Center