
Domain ai.com yang kini laku terjual dengan harga fantastis mencapai Rp 1.17 triliun (US$70 juta) atau setara Rp 1,17 triliun, menarik perhatian banyak pihak karena pemilik aslinya hanya membelinya dengan modal Rp 1.67 juta (US$100) atau sekitar Rp 1,6 juta pada tahun 1993. Pemilik lama domain ini adalah Arsyan Ismail, seorang anak berusia 10 tahun asal Malaysia yang membeli domain tersebut menggunakan kartu kredit ibunya tanpa sepengetahuan sang ibu.
Alasan di balik pembelian domain tersebut sederhana, yaitu karena inisial ai mewakili nama panjangnya. Sejak usia muda, Arsyan sudah menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan dalam dunia teknologi dan internet. Lima tahun setelah membeli domain ini, ia mulai mengerjakan proyek internet pertama dan kemudian mengembangkan situs jejaring sosial Malaysia bernama Kawanster yang mirip dengan Friendster yang populer di awal 2000-an.
Pengalaman di Kawanster membawanya bekerja sebagai pengembang senior di Friendster dan menjadi pendukung awal Bitcoin serta terlibat dalam proyek bernilai tinggi terkait teknologi kripto sejak 2014. Domain ai.com sendiri kemudian dibeli kembali oleh Kris Marszalek, pendiri dan CEO Crypto.com pada April 2025 dengan harga luar biasa mahal yang memecahkan rekor pembelian domain sebelumnya.
Ia menggunakan domain ini untuk iklan Super Bowl LX berdurasi 30 detik yang tayang pada akhir minggu lalu. Iklan tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang sehingga situs mengalami lonjakan trafik yang sangat tinggi hingga menimbulkan gangguan layanan selama beberapa jam. Tim pun mengakui bahwa tingginya traffic ini belum pernah terjadi sebelumnya meski sudah dipersiapkan.
Penjualan dan iklan besar ini menandai tren baru dalam investasi teknologi dan branding di dunia digital, khususnya yang berhubungan dengan kecerdasan buatan dan aset kripto. Nilai domain yang semula dianggap sepele kini menjadi aset super mahal yang menunjukkan betapa pentingnya inovasi dan kejelian melihat peluang di era digital.