
Pemerintah Amerika Serikat sedang mengalami shutdown terlama dalam sejarah, yang sudah berlangsung selama 37 hari hingga awal November 2025. Pentingnya shutdown ini dirasakan luas, terutama karena pegawai negeri di berbagai sektor penting terus bekerja tanpa menerima gaji. Kondisi ini membawa dampak besar di berbagai aspek, terutama pada layanan publik seperti penerbangan dan keamanan transportasi.
Salah satu dampak nyata shutdown ini terlihat pada NASA, yang melaporkan bahwa tim persiapan misi Artemis II menuju Bulan yang direncanakan pada Februari 2026, termasuk para astronaut, tetap bekerja tanpa bayaran. Ini menunjukkan seriusnya krisis yang mengganggu fungsi lembaga pemerintah penting di AS.
Selain itu, Menteri Transportasi Sean Duffy mengumumkan akan menurunkan kapasitas penerbangan sebanyak 10% di 40 bandara besar mulai 8 November 2025, yang akan berdampak pada sekitar 3.500 hingga 4.000 penerbangan setiap hari. Penurunan ini adalah langkah darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menjaga keselamatan sistem penerbangan di tengah ketidakpastian yang diakibatkan oleh shutdown.
Para pengendali lalu lintas udara dan tim Administrasi Keamanan Transportasi tetap harus bekerja walaupun tidak menerima gaji selama shutdown. Hal ini dikhawatirkan akan memperburuk tekanan operasional, dengan potensi peningkatan pembatalan penerbangan dan gangguan pelayanan di bandara utama AS.
Shutdown ini disebabkan oleh kegagalan Kongres AS mencapai kesepakatan pendanaan sementara, dimana perselisihan utama adalah mengenai perpanjangan subsidi layanan kesehatan ACA yang sangat penting bagi masyarakat. Demokrat menolak RUU yang diajukan karena dianggap akan menyulitkan akses layanan kesehatan, sementara Partai Republik menentang subsidi tersebut, memicu kebuntuan yang menyebabkan penutupan pemerintah.