Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Transformasi Digital dan Gangguan di Sektor Transportasi

Share

Cerita ini membahas inovasi digital dalam sektor transportasi yang disertai dengan tantangan regulasi, mulai dari kamera tilang elektronik di jalan raya, gangguan operasional bandara, hingga inisiatif layanan Grab untuk mengantisipasi pelanggaran keterlambatan.

07 Nov 2025, 10.00 WIB

Mengenal Cara Kerja Tilang Elektronik ETLE yang Mempermudah Pengendara

Mengenal Cara Kerja Tilang Elektronik ETLE yang Mempermudah Pengendara
Saat ini di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, jalan-jalan utama dilengkapi dengan teknologi tilang elektronik bernama ETLE. Teknologi ini memungkinkan pelanggaran lalu lintas direkam secara otomatis menggunakan kamera tanpa perlu kehadiran petugas di jalan. Sistem ini menggantikan metode tilang manual yang selama ini masih banyak dilakukan. Proses tilang lewat ETLE dimulai ketika kamera merekam pelanggaran yang dilakukan pengendara dalam bentuk foto atau video. Data tersebut dikirim ke petugas back office yang kemudian memverifikasi kendaraan menggunakan sistem Electronic Registration & Identification (ERI). Jika terbukti melanggar, pemilik kendaraan akan menerima surat tilang. Pemilik kendaraan harus melakukan verifikasi dan konfirmasi pelanggaran lewat website resmi ETLE atau dengan mengunjungi posko ETLE. Jika pelanggaran sudah terverifikasi, petugas akan mengeluarkan surat tilang resmi dan masyarakat diwajibkan membayar denda melalui BRI Virtual Account yang tersedia. Sistem ini memudahkan dan mempercepat proses tilang. Ada 12 jenis pelanggaran lalu lintas yang dapat dikenakan tilang elektronik, antara lain pelanggaran aturan ganjil genap, tidak memakai sabuk pengaman, menerobos lampu merah, dan melawan arah. Dengan keberadaan ETLE, diharapkan pengendara lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas sehingga menurunkan angka kecelakaan. Jika pemilik kendaraan tidak melakukan verifikasi atau tidak membayar denda, maka STNK kendaraan tersebut akan diblokir sementara. Ini akan mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan surat tilang yang mereka terima, sekaligus menegakkan aturan lalu lintas secara tepat dan adil di era digital.
06 Nov 2025, 17.20 WIB

Shutdown Terlama di AS Picu Penurunan Kapasitas Penerbangan dan Krisis Layanan Publik

Shutdown Terlama di AS Picu Penurunan Kapasitas Penerbangan dan Krisis Layanan Publik
Pemerintah Amerika Serikat sedang mengalami shutdown terlama dalam sejarah, yang sudah berlangsung selama 37 hari hingga awal November 2025. Pentingnya shutdown ini dirasakan luas, terutama karena pegawai negeri di berbagai sektor penting terus bekerja tanpa menerima gaji. Kondisi ini membawa dampak besar di berbagai aspek, terutama pada layanan publik seperti penerbangan dan keamanan transportasi. Salah satu dampak nyata shutdown ini terlihat pada NASA, yang melaporkan bahwa tim persiapan misi Artemis II menuju Bulan yang direncanakan pada Februari 2026, termasuk para astronaut, tetap bekerja tanpa bayaran. Ini menunjukkan seriusnya krisis yang mengganggu fungsi lembaga pemerintah penting di AS. Selain itu, Menteri Transportasi Sean Duffy mengumumkan akan menurunkan kapasitas penerbangan sebanyak 10% di 40 bandara besar mulai 8 November 2025, yang akan berdampak pada sekitar 3.500 hingga 4.000 penerbangan setiap hari. Penurunan ini adalah langkah darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menjaga keselamatan sistem penerbangan di tengah ketidakpastian yang diakibatkan oleh shutdown. Para pengendali lalu lintas udara dan tim Administrasi Keamanan Transportasi tetap harus bekerja walaupun tidak menerima gaji selama shutdown. Hal ini dikhawatirkan akan memperburuk tekanan operasional, dengan potensi peningkatan pembatalan penerbangan dan gangguan pelayanan di bandara utama AS. Shutdown ini disebabkan oleh kegagalan Kongres AS mencapai kesepakatan pendanaan sementara, dimana perselisihan utama adalah mengenai perpanjangan subsidi layanan kesehatan ACA yang sangat penting bagi masyarakat. Demokrat menolak RUU yang diajukan karena dianggap akan menyulitkan akses layanan kesehatan, sementara Partai Republik menentang subsidi tersebut, memicu kebuntuan yang menyebabkan penutupan pemerintah.
31 Okt 2025, 16.49 WIB

Grab Perkenalkan Jaminan Uang Kembali Jika Keterlambatan Bikin Ketinggalan Pesawat

Grab Perkenalkan Jaminan Uang Kembali Jika Keterlambatan Bikin Ketinggalan Pesawat
Grab Indonesia meluncurkan program terbaru yang dinamakan Jaminan On Time Kejar Pesawat. Melalui program ini, pengguna GrabCar yang mengalami keterlambatan penjemputan hingga menyebabkan ketinggalan pesawat bisa mendapatkan jaminan uang kembali hingga Rp 3.300.000. Inisiatif ini bertujuan memberikan ketenangan bagi para traveler agar tidak ragu menggunakan layanan Grab untuk perjalanan ke bandara. Fitur yang dipakai untuk program ini adalah Advance Booking, yang memungkinkan pengguna memesan perjalanan mulai dari 75 menit hingga 90 hari sebelum waktu keberangkatan. Dengan fitur ini, pengemudi dijadwalkan datang antara 15 hingga 30 menit lebih awal dari waktu yang disepakati sehingga ada jaminan ketepatan waktu penjemputan. Program ini baru berlaku di Jakarta, mengingat data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah penumpang penerbangan domestik di kota ini sangat besar, mencapai sekitar 1,3 juta hingga 1,7 juta per bulan. Dengan tingkat kebutuhan yang besar, Grab berharap bisa memberikan layanan yang andal dan punya standar tinggi bagi pengguna yang aktif bepergian. Untuk mengikuti program ini, pengguna harus melakukan pemesanan Advance Booking maksimal 12 jam sebelum penjemputan agar memenuhi syarat klaim bila terjadi keterlambatan. Bila penumpang ketinggalan pesawat karena terlambat dijemput, mereka bisa mengajukan klaim langsung melalui aplikasi Grab dengan melampirkan bukti tiket pesawat yang terlewat. Grab menegaskan komitmen mereka akan terus memperluas program ini ke lebih banyak kota di Indonesia demi meningkatkan pengalaman transportasi online yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Program ini juga diharapkan meningkatkan standar layanan serta memberikan perlindungan lebih baik bagi pelanggan.

Baca Juga

  • Transformasi Digital pada Sistem Kesejahteraan Publik Indonesia

  • Investasi AI dan Pertumbuhan Teknologi

  • Transformasi Digital dan Gangguan di Sektor Transportasi

  • Inovasi Crypto dan Blockchain

  • Perubahan Kebijakan dan Pendanaan Riset Global