Fokus
Finansial

Perubahan Kebijakan dan Pendanaan Riset Global

Share

Berita-berita ini menyatukan dinamika pendanaan dan kebijakan riset, mulai dari penunjukan pemimpin baru di NSF AS oleh investor biotek hingga langkah inisiatif pendanaan riset oleh Danantara di Indonesia, yang bersama-sama mencerminkan pergeseran global dalam penguatan riset ilmiah.

05 Nov 2025, 01.47 WIB

Pemangkasan Dana Riset AS Bisa Goyahkan Keunggulan Teknologi Terhadap China

Pemangkasan Dana Riset AS Bisa Goyahkan Keunggulan Teknologi Terhadap China
Raja Krishnamoorthi, anggota parlemen AS, mengingatkan bahwa pengurangan anggaran riset sains secara signifikan bisa melemahkan posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi dengan China. Ia menyoroti penurunan dana dari 198 miliar menjadi 154 miliar dolar US yang akan terjadi tahun depan sebagai indikator bahaya bagi inovasi AS. Pengurangan anggaran yang drastis terutama terjadi pada lembaga-lembaga penting seperti National Science Foundation, NASA, dan National Institutes of Health. Anggaran yang dipotong bahkan bisa mengurangi output ekonomi AS hingga lebih dari 10 miliar dolar US. Sementara itu, China menginvestasikan lebih dari 496 miliar dolar US untuk riset dan pengembangan di tahun 2024, meningkat 48 persen dibandingkan tahun 2020. Selain itu, China meluncurkan program visa khusus untuk menarik talenta muda dari luar negeri, khususnya dari bidang sains dan teknologi. Pemangkasan ini sudah berdampak nyata, terlihat dari hilangnya lebih dari 12.000 tenaga ahli di badan riset AS yang ada dan banyak dari mereka pindah ke institusi riset di China. Langkah ini berisiko menyebabkan kekurangan talenta serta menurunnya kapasitas inovasi di AS. Raja Krishnamoorthi mendesak pihak terkait di pemerintahan AS untuk meninjau ulang kebijakan pemangkasan anggaran ini agar tidak merugikan daya saing nasional dan mengancam posisi AS sebagai pemimpin global dalam bidang sains dan teknologi.