Fokus
Teknologi

Kemajuan Robotika dan Teknologi Humanoid

Share

Perkembangan di bidang robotika menunjukkan integrasi yang semakin mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai inovasi, dari insiden pada robot humanoid Xpeng, rencana rantai pasokan untuk robot Tesla, hingga robot barista, mencerminkan upaya meningkatkan otomasi melalui teknologi canggih.

22 Feb 2026, 17.00 WIB

OpenMind Jadi Jembatan Robot Humanoid China ke Pasar Global

OpenMind Jadi Jembatan Robot Humanoid China ke Pasar Global
OpenMind adalah perusahaan software asal Amerika Serikat yang mengembangkan sistem operasi khusus untuk robot, bernama OM1, yang mengintegrasikan kecerdasan buatan secara native. Produk ini bertujuan untuk memudahkan penggunaan dan pengembangan robot terutama di pasar global. OpenMind bekerja sama dengan berbagai perusahaan robotika ternama asal China agar teknologi robot humanoid mereka bisa dikenal dan diterima di luar negeri. Di San Francisco, kehadiran robot berjalan di taman sempat menimbulkan kehebohan karena masyarakat di sana masih belum terbiasa melihat robot di ruang publik. Banyak orang berhenti dan polisi pun ikut datang untuk memeriksa situasi tersebut. Ini berbeda dengan di China, di mana orang-orang sudah sangat familiar dengan robot sehingga tidak terkejut saat melihat robot berjalan di jalanan. China dianggap sebagai pemimpin dalam bidang perangkat keras robot berkat rantai pasok yang terintegrasi dengan baik dan persaingan ketat di dalam negeri yang mendorong inovasi. Karena itu, OpenMind melihat potensi besar untuk menyediakan sistem operasi mereka sebagai jembatan yang akan membantu perusahaan robotika China menembus pasar internasional yang lebih luas. Beberapa perusahaan China yang sudah bekerja sama dengan OpenMind antara lain Unitree Robotics, UBTech Robotics, AgiBot, LimX Dynamics, Booster Robotics, dan Engine AI. Melalui kerja sama ini, diharapkan teknologi robot humanoid China tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga dapat diterima di berbagai negara lain dengan pendekatan software yang ramah pengguna. Dengan semakin banyaknya perusahaan robotika China yang memasuki pasar global, OpenMind memegang peranan penting dalam memastikan teknologi mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan dan pengguna manusia secara mulus. Tantangan terbesar tetap pada bagaimana masyarakat di berbagai negara bisa menerima kehadiran robot dalam kehidupan sehari-hari tanpa menimbulkan kegaduhan.
21 Feb 2026, 07.13 WIB

BAE Systems Luncurkan Prototipe Kendaraan Tempur Tak Berawak ATLAS yang Canggih

BAE Systems Luncurkan Prototipe Kendaraan Tempur Tak Berawak ATLAS yang Canggih
BAE Systems telah mengembangkan kendaraan tempur tak berawak bernama ATLAS yang kini telah mencapai tahap prototipe fungsional penuh. Sejak debutnya pada pameran Land Forces 2024, kendaraan ini telah melalui berbagai pengujian otonomi yang mengesankan, yang membuktikan kemampuannya dalam operasi tempur yang kompleks. Kendaraan ATLAS dapat beroperasi dengan berbagai tingkat otonomi, mulai dari kendali jarak jauh hingga navigasi otomatis yang juga mampu menghindari rintangan dinamis di medan yang sulit. Hal ini membantu mengurangi beban kerja operator dan memungkinkan operasi yang lebih fleksibel di medan perang. Dalam konfigurasi tempurnya, ATLAS dilengkapi dengan turret VANTAGE kaliber menengah yang dirancang khusus untuk platform tak berawak. Sistem senjata ini juga mengadopsi teknologi deteksi dan klasifikasi target otomatis multispektral yang meningkatkan kecepatan respons dan ketepatan sasaran dengan risiko terdeteksi yang rendah. ATLAS dirancang sebagai platform modular yang dapat bekerja sama dengan tank dan kendaraan pengintai lainnya, memungkinkan perluasan kemampuan tempur unit tanpa menambah jumlah prajurit di medan perang. Kendaraan ini mampu bergerak dengan cepat di medan yang kasar dan bertahan menghadapi cuaca ekstrim. BAE Systems melihat ATLAS sebagai pengganda kekuatan tempur yang mampu menanggung misi berbahaya seperti pengintaian garis depan, dukungan tembakan, hingga pengiriman logistik berisiko. Perusahaan sedang memasarkan sistem ini secara internasional sambil melanjutkan uji coba dan evaluasi dengan calon pengguna.
20 Feb 2026, 19.16 WIB

Toyota Gunakan Robot Humanoid Digit untuk Tingkatkan Produksi dan Keselamatan Kerja

Toyota Gunakan Robot Humanoid Digit untuk Tingkatkan Produksi dan Keselamatan Kerja
Toyota Motor Manufacturing Canada (TMMC) mengumumkan rencana untuk menggunakan robot humanoid Digit dari Agility Robotics di pabrik mereka. Strategi ini diambil setelah pilot proyek yang sukses dengan tujuan membantu tugas-tugas logistik yang seringkali membutuhkan tenaga fisik berat. Robot-robot ini akan berperan dalam bongkar muat suku cadang secara otomatis demi meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban kerja manusia. Agility Robotics menyediakan tidak hanya robot Digit, tetapi juga platform cloud Agility Arc yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola dan mengoptimalkan kinerja robot secara real-time. Sistem ini memungkinkan robot beradaptasi dengan perubahan alur kerja di pabrik tanpa perlu mengubah infrastruktur secara besar-besaran, sehingga memudahkan integrasi dan penyesuaian tugas. Sejumlah perusahaan besar dalam industri otomotif seperti BMW, Tesla, dan Amazon juga mulai menguji dan menggunakan robot humanoid dalam lingkungannya. Pengalaman dari perusahaan-perusahaan ini menjadi bukti bahwa penggunaan robot dalam tugas manufaktur bisa meningkatkan produktivitas secara signifikan sambil menjaga keselamatan pekerja dari tugas-tugas yang memerlukan tenaga fisik berat dan berulang. Agility Robotics tengah mengembangkan generasi baru robot Digit yang dirancang agar dapat bekerja berdampingan dengan manusia tanpa pengawasan langsung. Teknologi ini diharapkan dapat memungkinkan kolaborasi manusia dan robot yang lebih aman dan efisien di pabrik di masa depan, sehingga mendorong adopsi robot humanoid dalam skala yang lebih luas di berbagai sektor industri. Dengan peluncuran robot Digit di pabrik Toyota, jelas bahwa era manufaktur berbasis robot humanoid semakin dekat. Langkah ini tidak hanya mengurangi risiko cedera pekerja dan meningkatkan produktivitas, tapi juga membuka peluang inovasi dalam manajemen proses produksi yang lebih fleksibel dan adaptif dengan bantuan teknologi AI dan robotik.
01 Feb 2026, 22.00 WIB

Jarvis, Robot Barista di Seattle: Inovasi Kopi Tanpa Kehangatan Manusia

Jarvis, Robot Barista di Seattle: Inovasi Kopi Tanpa Kehangatan Manusia
Seattle terkenal dengan budaya kopi yang kuat dan banyak kedai kopi yang unik di setiap sudut jalan. Penulis menceritakan pengalamannya melewati berbagai kedai kopi sebelum akhirnya singgah di sebuah kedai yang punya barista spesial bernama Jarvis, yang ternyata adalah robot. Jarvis bisa membuat latte dengan sirup mawar, dan ia menyapa pelanggan lewat speaker sambil mengarahkan mereka memesan lewat iPad. Robot barista Jarvis dibuat oleh perusahaan Artly yang berbasis di Seattle. Robot ini bekerja menggunakan lengan mekanik yang terintegrasi dengan mesin espresso berkualitas tinggi. Jarvis mampu meniru teknik seorang barista juara dan melakukan berbagai gerakan yang biasanya dilakukan manusia dalam membuat kopi, termasuk memeriksa ampas kopi lewat cermin kecil dan kamera. Pengalaman pribadi penulis dalam pekerjaan sebagai barista menunjukkan betapa menantangnya pekerjaan ini, khususnya aspek sosial dan teknisnya. Jarvis tidak mengalami masalah yang biasa dialami manusia seperti kelelahan atau kesalahan manusiawi, sehingga mampu memberikan kopi dengan kualitas tetap konsisten. Namun, penulis merenungkan apakah sebuah kedai kopi tanpa interaksi manusia masih bisa disebut tempat yang sama. Artly juga mengoperasikan barista robot lainnya di lokasi berbeda seperti daerah Pike Place Market dan bahkan di pameran CES Las Vegas. Meskipun minuman yang dibuat robot cukup berkualitas, belum tentu semua pengunjung menyukai layanan robotik. Selain itu, kehadiran manusia tetap diperlukan untuk mengisi bahan dan mengawasi robot, sehingga ini bukan sepenuhnya penggantian tenaga kerja manusia. Robot barista saat ini dianggap solusi bagus untuk lokasi dengan kebutuhan otomatisasi tinggi seperti bandara atau area yang minim kafe. Namun, kedai kopi yang ingin menawarkan pengalaman sosial dan komunitas sulit tergantikan oleh robot. Akhirnya, teknologi ini menjanjikan efisiensi, tapi belum mampu menggantikan kehangatan interaksi dan nilai kemanusiaan dalam budaya kopi.
01 Feb 2026, 13.00 WIB

Tesla Fokus Produksi Robot Humanoid Optimus, Andalkan Pemasok Komponen China

Tesla berencana memproduksi robot humanoid bernama Optimus, yang nantinya diharapkan bisa menjadi bagian dari tenaga kerja di pabrik-pabrik Amerika Serikat. Inisiatif ini menunjukkan ambisi Tesla yang tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tapi juga pada pengembangan robot pintar. Walaupun perakitan akhir robot ini akan dilakukan di AS, Tesla masih sangat bergantung pada pemasok teknologi dan komponen dari China yang sudah bekerja sama dengan mereka selama beberapa tahun terakhir. Pemasok ini memasok berbagai komponen seperti aktuator, motor, sensor, dan baterai. Sejak tiga tahun lalu Tesla mulai membangun hubungan dengan ratusan pemasok di China, bahkan bekerja bersama mereka dalam riset dan pengembangan desain hardware. Contohnya, Tesla menerima prototipe kepala kaca melengkung untuk robot dari salah satu pemasok baru-baru ini. Para pemasok komponen ini melihat bahwa mereka menjadi bagian dari rantai pasokan Optimus, yang diharapkan dapat tumbuh besar seperti jaringan pemasok yang dibentuk Apple dan Tesla sebelumnya. Hal ini memberi mereka peluang untuk meningkatkan penjualan dan eksposur bisnis secara signifikan. Meskipun ada keinginan Tesla untuk memindahkan tahap perakitan akhir ke Amerika Serikat, ketergantungan terhadap jaringan pemasok komponen asal China kemungkinan akan berlanjut dalam waktu dekat karena keunggulan dan kecepatan perkembangan industri robotika di sana.